Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):
1. Pengertian Splicing Fiber Optic
Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.
Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:
Backbone jaringan
Joint closure
Perpanjangan kabel fiber optik
2. Tujuan Splicing
Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:
Menghubungkan kabel fiber optik
Memperpanjang jalur transmisi
Memperbaiki kabel fiber yang putus
Menjaga kualitas sinyal optik
Mengurangi redaman dan refleksi
3. Prinsip Kerja Splicing
Splicing bekerja dengan prinsip:
a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi
b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:
Cahaya tetap merambat lurus
Pantulan (reflection) minimal
Kehilangan daya (loss) sangat kecil
Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.
4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic
A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)
Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.
Ciri-ciri:
Menggunakan Fusion Splicer
Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
Sambungan kuat dan tahan lama
Digunakan untuk:
Backbone FO
Jaringan ISP
Jaringan jarak jauh
B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)
Metode penyambungan tanpa peleburan.
Ciri-ciri:
Menggunakan alat mekanik dan gel optik
Lebih cepat dan murah
Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)
Digunakan untuk:
Perbaikan darurat
Instalasi sementara
Latihan/praktikum
5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing
Beberapa komponen penting dalam proses splicing:
Core : inti penghantar cahaya
Cladding : pembungkus core
Coating : pelindung fiber
Fusion Splicer
Fiber Cleaver
Stripper Fiber
Splice Protector (Sleeve)
6. Parameter Kualitas Splicing
A. Insertion Loss
Kehilangan daya akibat sambungan.
Standar baik: ≤ 0,1 dB
Semakin kecil, semakin baik
B. Return Loss
Pantulan cahaya ke arah sumber.
Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil
7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing
a. Kebersihan ujung fiber b. Ketepatan pemotongan (cleaving) c. Keselarasan core d. Jenis fiber (SM/MM) e. Kualitas alat splicer f. Keterampilan teknisi
8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik
Splicing sangat penting karena:
Menentukan keandalan jaringan
Mempengaruhi jarak transmisi
Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
Mengurangi gangguan dan error sinyal
9. Contoh Penerapan Splicing
Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
Jaringan Metro Ethernet
Backbone antar gedung/kota
Sistem komunikasi data dan internet
Kesimpulan
Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.
Perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat kabel Fiber Optik
I. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar dibawah ini
Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter
Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering
II. Langkah-langkah
1. Potong kabel Fiber Optic ke Cable Cutter untuk mengukur panjangnya sesuai keinginan
2. Belah tengah kabel FO antara 2 kabel yang kecil dan 1 kabel yang besar (kawat), hingga kabel terbelah 2.
3. Tarik bagian yang telah terbelah sesuai panjang yang diinginkan, kemudian kupas luaran kabel FO dengan panjang sekitar 3.5 CM
4. Kupas bagian serat kaca hingga tersisa kabel yang bening
5. Bersihkan kabel menggunakan tisu yang diberi alkohol
6. Ukur ukuran kabel sesuai Fast Connector dan masukkan ke dalam Fast Connector. Namun, perlu diperhatikan saat ingin mengunci kabel di Fast Connector sisakan sedikit lipatan didalamnya agar ketika dikencangkan kabel tidak kendor.
7. Cek sinyal ke Connector tersebut,jika sinar berhasil tembus berarti pemasangan telah benar.
8. Ulangi langkah nomor 1-7 ke ujung kabel yang satunya,lalu cek apakah kedua kabel berhasil meneruskan sinar dari laser
9. Cek tegangan kabel ke Optical Power Meter di salah satu ujung kabel dan Light Source di ujung satunya juga minimal harus -40
Hasil pengukuran menggunakan OPM menunjukkan daya optik sebesar −23,55 dBm pada panjang gelombang 1310 nm. Karena nilai tersebut masih di atas batas minimal −40 dBm, maka kondisi kabel fiber optik dinyatakan baik dan layak digunakan.
Langkah singkat (algoritma): 1. Hitung kebutuhan host tiap subnet (A:60, B:24, C:12, D:5) 2. Urutkan kebutuhan dari terbesar ke terkecil 3. Ambil blok terbesar yang tersedia dan alokasikan subnet dengan prefix terkecil yang masih memenuhi kebutuhan 4. Dari sisa blok yang belum terpakai, ulangi langkah 3 untuk kebutuhan berikutnya
Untuk memahami cara kerja fiber optik, kita perlu mengenal prinsip dasar di balik teknologinya: transmisi data melalui cahaya dan pantulan total internal (total internal reflection).
Berbeda dengan kabel tembaga yang menghantarkan sinyal listrik, fiber optik mengandalkan sinyal cahaya yang dikirim melalui kabel serat optik yang sangat halus. Cahaya ini bergerak dengan kecepatan tinggi dan dapat membawa data dalam jumlah besar secara bersamaan. Berikut penjelasan lebih rinci tentang bagaimana proses ini berlangsung:
1. Konversi Data Digital Menjadi Sinyal Cahay Proses dimulai saat data digital (seperti video, teks, suara, atau file) dikonversi menjadi sinyal cahaya menggunakantransmitter. Transmitter ini menggunakan perangkat seperti laser atau LED untuk mengubah sinyal listrik menjadi cahaya. Cahaya ini kemudian dikirim masuk ke dalam inti kabel fiber optik.
Contoh: Saat Anda mengakses sebuah website, data permintaan Anda akan diubah menjadi sinyal cahaya yang dikirim melalui kabel fiber ke server tujuan.
2. Perjalanan Cahaya Melalui Serat Optik Setelah sinyal cahaya masuk ke dalam kabel, ia akan dipantulkan berulang kali sepanjang inti (core) serat optik. Ini dimungkinkan karena adanya cladding, lapisan di sekitar inti yang memiliki indeks bias lebih rendah. Hal ini menciptakan fenomena pantulan total internal, sehingga cahaya terus dipantulkan di dalam kabel tanpa keluar jalur.
Keunggulan dari metode ini adalah:Cahaya tidak kehilangan kekuatan secara signifikan meskipun melewati jarak jauh. Tidak terganggu oleh interferensi elektromagnetik seperti kabel tembaga. Dapat menyalurkan beberapa jenis data secara bersamaan (multiplexing).
3. Penguatan Sinyal (jika diperlukan) Untuk transmisi jarak jauh (misalnya antar kota atau negara), sinyal cahaya bisa mulai melemah. Dalam hal ini, digunakan alat bernama optical amplifier untuk memperkuat sinyal tanpa mengubahnya kembali menjadi sinyal listrik. Ini menjaga kecepatan dan efisiensi transmisi.
4. Penerimaan dan Konversi Kembali ke Data Digital Setibanya di tujuan (misalnya modem Anda di rumah), sinyal cahaya akan diterima oleh perangkat optical receiver. Di sini, cahaya dikonversi kembali menjadi sinyal listrik/digital yang bisa dipahami dan digunakan oleh perangkat seperti komputer, TV, atau smartphone.
Mengapa Teknologi Ini Begitu Efisien?
Bandwidth Tinggi: Satu kabel fiber optik dapat membawa data dengan kecepatan hingga puluhan Gbps. Minim Latensi: Karena sinyal cahaya bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka waktu tunda (latency) sangat kecil. Stabilitas Tinggi: Fiber optik tidak dipengaruhi oleh gangguan elektromagnetik, suhu ekstrem, atau cuaca buruk. Kemampuan Transmisi Jarak Jauh: Kabel dapat membawa sinyal hingga puluhan kilometer tanpa kehilangan kualitas yang signifikan.
Kekurangan Fiber Optik
Biaya Instalasi: Relatif lebih tinggi dibanding kabel tembaga. Kerapuhan Fisik: Serat optik mudah patah jika tidak ditangani dengan benar. Butuh Teknisi Profesional: Instalasi dan perawatan memerlukan keahlian khusus.
1. Single – Mode Fiber (SMF) atau Fiber Mode Tunggal
sc01.alicdn.com
Fiber Mode Tunggal menjadi jenis fiber optik yang paling umum dipakai untuk mentransmisikan data dalam jarak yang lebih jauh. Fiber jenis ini mempunyai inti yang kecil dengan diameter sekitar 9 mikron serta mengirimkan sinar laser inframerah. Laser inframerah tersebut memiliki panjang gelombang mulai dari 1.300 nanometer dan mencapai hingga 1.550 nanometer.
Oleh karena diameter kecil yang dimilikinya, hal tersebut memungkinkan hanya ada satu mode cahaya yang dipakai untuk merambat. Jumlah pantulan cahaya yang dibentuk pada saat cahaya melewati core akan berkurang dan nantinya dapat menurunkan attenuation atau pelemahan. Sehingga kemampuan sinyal yang dihasilkan dapat bergerak lebih jauh.
2. Multi – Mode Fiber (MMF) atau Fiber Multi Mode
5.imimg.com
Fiber Multi – mode dirancang secara khusus untuk melakukan transmisi dengan lebih banyak sinar cahaya dalam satu waktu. Dimana masing – masing sudut pantulannya sedikit berbeda pada core serat optiknya. Fiber tipe ini biasanya dipakai dalam mentransmisikan data yang jangkauan jaraknya relatif lebih dekat.
Fiber Multi – mode mempunyai inti yang lebih besar dengan diameter sekitar 62,5 mikron serta mentransfer cahaya inframerah. Cahaya inframerah yang ditransfer tersebut memiliki panjang gelombang mulai dari 850 nanometer sampai 1.300 nanometer jika diukur dari LED.
Penggelaran fiber optik dilakukan untuk meningkatkan jangkauan dari jaringan. Penggelaran ini tentunya menggunakan kabel fiber optik. Kabel fiber optik yang digelar memiliki jenis yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dari penggelaran tersebut. Berikut adalah Macam-macam Fiber Optik berdasarkan penggunaannya.
Aerial, merupakan jenis kabel fiber optik yang digunakan untuk distribusi. Distribusi sendiri merupakan jalur dari ODC (Optical Distribution Center) menuju ODP (Optical Distribution Point). Biasanya kabel Aerial ini berada di atas menempel dengan tiang.
Duct Cable, merupkan jenis kabel fiber optik yang juga digunakan untuk distribusi tetapi berada di bawah permukaan tanah pada kedalaman tertentu (biasanya 1,2 meter) dengan menggunakan pelindung agar tidak merusak core (bending). Duct cable saat ini sering dijumpai di Kota-kota yang memiliki tata ruang tidak diperbolehkan adanya penanaman tiang.
Direct Burried, merupakan jenis Duct Cable yang penanamannya tidak menggunakan pelindung.
Submarine, merupkan jenis kabel fiber optik yang digunakan untuk melintas laut. Kabel ini merupakan jenis kabel fiber optik paling kuat terhadap tekanan karena posisinya yang berada di dasar laut sehingga harus memiliki ketahanan terhadap air laut yang tinggi.
Drop Wire atau sering dikenal juga Drop Core, merupakan kabel dengan jumlah 1 core yang di gunakan untuk melakukan pemasangan jaringan rumah (biasanya di lakukan oleh IKR). Kabel ini menghubungkan antara ODP dengan ONT/ONU atau sering disebut dengan modem.
Pigtail, merupakan jenis kabel fiber optik berwarna kuning yang memiliki ujung konektor 1 sehingga dalam pemasangannya harus menggunakan splicer. Pigtail biasanya digunakan di perangkat pasif OTB, ODC serta ODP.
Patchcore, merupakan jenis kabel fiber optik berwarna kuning seperti pigtail, memiliki diameter lebih besar dan konektor di kedua ujung. Patchcore sering digunakan pada perangkat aktif untuk menghubungkan perangkat aktif ke perangkat pasif.
Jaringan fiber optic adalah salah satu teknologi yang telah mengubah cara kita mengirimkan informasi dalam bentuk data melalui jaringan internet. Teknologi ini menggunakan serat kaca atau plastik sebagai media penghantar data dengan kecepatan yang sangat tinggi. Konsep dasar dari fiber optic adalah bahwa informasi dapat dikirimkan melalui sinyal cahaya, yang dipandu dalam serat optik, mengurangi banyaknya gangguan dan penurunan kualitas yang terjadi pada jenis kabel tradisional seperti tembaga.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang apa itu jaringan fiber optic, cara kerjanya, serta berbagai keunggulan yang menjadikannya pilihan utama dalam dunia komunikasi data modern. Fiber optic menawarkan sejumlah manfaat signifikan yang memungkinkan penyampaian informasi dalam waktu singkat dan dengan kualitas tinggi, bahkan dalam jarak yang sangat jauh. Apa Itu Jaringan Fiber Optic?
Jaringan fiber optic terdiri dari kabel yang terbuat dari serat optik yang sangat tipis, hampir seukuran rambut manusia. Serat optik ini dapat terbuat dari kaca atau plastik, dan berfungsi untuk mengalirkan cahaya sebagai sinyal data. Kabel fiber optic berfungsi untuk menghubungkan perangkat satu sama lain dalam sebuah jaringan komunikasi, baik itu untuk internet, telekomunikasi, atau sistem data lainnya.
Pada umumnya, kabel fiber optic terdiri dari tiga bagian utama: inti (core), lapisan pelindung (cladding), dan pelindung luar (jacket). Inti adalah bagian di dalam kabel yang terbuat dari serat optik kaca atau plastik yang memungkinkan cahaya bergerak. Lapisan cladding berfungsi untuk memantulkan cahaya yang bergerak di dalam inti, sehingga cahaya tetap terjaga dalam jalurnya, meskipun terjadi lengkungan atau perubahan arah. Terakhir, pelindung luar (jacket) berfungsi untuk melindungi kabel dari kerusakan fisik dan gangguan lingkungan.
Latihan menghitung subnet,
host, dan broadcast address
Kelompok 3 - Jaringan Komputer
1 / 5
Anggota Kelompok 3
Dianita Aira Diyastuti
Elfira Zahrotus Salma
Galuh Sila Luhur
Christian Yusuf Alfred
Fadhil Ahmad Qomarudin
2 / 5
IP Address & Subnetting
IP Address
IP Address adalah alamat unik yang diberikan kepada setiap perangkat dalam jaringan agar bisa saling berkomunikasi. Setiap IP terdiri dari dua bagian utama: Network ID (bagian jaringan) dan Host ID (bagian perangkat).
Subnetting
Subnetting adalah teknik membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil (subnet) untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan pengelolaan jaringan.
Notasi CIDR /27
CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah cara modern menuliskan IP address dan subnet mask menggunakan garis miring (/) diikuti jumlah bit network yang tidak dibatasi oktet. Misalnya /27 berarti 27 bit pertama adalah network ID dan sisanya (32-27=5) untuk host ID.
Perbandingan dengan Kelas IP:
Kelas A → Network: 8 bit → Rentang IP: 1.0.0.0 – 126.255.255.255
Kelas B → Network: 16 bit → Rentang IP: 128.0.0.0 – 191.255.255.255
Kelas C → Network: 24 bit → Rentang IP: 192.0.0.0 – 223.255.255.255
IP 192.168.1.0/27 termasuk Kelas C karena tiga oktet pertama digunakan untuk network, ditambah 3 bit subnet tambahan dari oktet keempat.
3 / 5
Perhitungan Subnet 192.168.1.0/27
Informasi Dasar
IP: 192.168.1.0/27
Subnet Mask: 255.255.255.224
Binary Subnet Mask:
11111111.11111111.11111111.11100000
27 bit Network|5 bit Host
Perhitungan Lengkap
1. Jumlah Subnet
= 2x
= 23
= 8 Subnet
2. Jumlah Host
= 2y - 2
= 25 - 2
= 30 Host/Subnet
3. Blok Subnet
= 256 - 224
= 32
Jadi blok subnetnya terdiri dari 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224
(Setiap subnet naik kelipatan 32)
Subnet untuk Kelompok 3
Subnet ke-3: 192.168.1.64
Host Pertama
192.168.1.65
Host Terakhir
192.168.1.94
Broadcast
192.168.1.95
Subnet Mask
255.255.255.224
4 / 5
Kesimpulan
Ringkasan
Total Subnet
8
Host/Subnet
30
Blok Subnet
32
Subnet Kami
192.168.1.64
Manfaat
Efisiensi penggunaan IP address
Manajemen jaringan lebih mudah
Keamanan jaringan meningkat
Pengurangan traffic broadcast
Penutup
Dengan subnetting, jaringan 192.168.1.0/27
dapat dioptimalkan untuk performa dan manajemen yang lebih baik.
berarti total ada 32 blok subnet dimulai dari 0,8,16,24,32,40,48,56,64,72, 80,88,96,104,112,120,128,136,144,152,160,168,176,184,192,200,208,216,224,232,240,248
karena absen saya 11 maka saya menggunakan angka ke 11 yaitu 80
Pada ruangan NOC yang terdapat digedung D.304 kita telah menganalisis topology apa saja yang digunakan, yaitu terdiri dari topology Hybrid, topology Tree dan Topology Star. gambar berikut adalah ilustrasi nya
Penjelasannya berdasarkan gambar Denah Ruangan NOC (Network Operations Center):
Topologi Hybrid
Disebut hybrid karena jaringan di ruangan tersebut menggabungkan lebih dari satu jenis topologi jaringan. Dari gambar terlihat bahwa ada topologi tree dan di dalamnya terdapat topologi star.
Topologi Tree (Pohon)
Terlihat pada bagian utama jaringan, yaitu koneksi yang berawal dari router → PC → switch → access point → laptop-laptop.
Struktur ini menyerupai percabangan pohon: router sebagai akar, kemudian bercabang ke perangkat lain melalui switch dan access point.
Inilah yang menunjukkan bentuk tree, karena ada hirarki pusat lalu bercabang ke perangkat yang lebih banyak.
Topologi Star (Bintang)
Di dalam topologi tree, ada kelompok laptop yang tersusun dalam bentuk star.
Misalnya pada kelompok Laptop 6–10, Laptop 11–15, dan Laptop 16–20.
Tiap kelompok terhubung ke satu perangkat pusat (seperti switch/hub mini), dan dari perangkat pusat inilah masing-masing laptop terhubung.
Pola ini jelas membentuk topologi star, karena semua node (laptop) terhubung ke satu titik pusat.
Kesimpulan
Jadi, jaringan di ruangan tersebut adalah topologi hybrid karena menggabungkan tree (hirarki router → switch → perangkat) dengan star (kelompok laptop yang tersambung ke satu titik pusat).
Tree memberikan struktur bertingkat, sementara star mempermudah manajemen tiap kelompok laptop.
Wildcard mask adalah salah satu angka penting yang digunakan dalam jaringan komputer, seperti halnya subnet mask . Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari apa itu wildcard mask dalam jaringan , mengapa kita menggunakan wildcard mask , dan bagaimana kita menggunakan angka-angka ini. Kita juga akan membandingkan wildcard mask dan subnet mask. Anda juga dapat memeriksa perbandingan ini di lembar contekan subnetting . Di akhir pelajaran ini, Anda juga dapat menemukan daftar perbandingan ini.
Baiklah, mari kita mulai dengan pertanyaan pertama, apa itu wildcard mask?
Daftar isi
Apa itu Wildcard Mask dalam Jaringan?
Wildcard mask pada dasarnya adalah angka biner 32-bit yang digunakan dalam jaringan seperti subnet mask . Wildcard mask ditampilkan dengan angka desimal yang dipisahkan titik dalam 4 oktet seperti subnet mask, tetapi cara kerjanya berbeda dari subnet mask. Angka wildcard mask 32-bit menunjukkan bagian mana dari alamat IP yang akan cocok dan bagian mana yang tidak , sementara bit subnet mask menunjukkan bagian jaringan dan host dari alamat IP.
Di bawah ini, Anda dapat menemukan beberapa contoh topeng wildcard:
0.0.0.3
0.0.0.255
0.0.127.255
0.255.255.255
Kita menggunakan masker wild card dalam jaringan dengan konfigurasi protokol routing seperti OSPF, EIGRP , dalam konfigurasi Access Control List (ACL) , dalam Network Address Translation (NAT) , dan IP Address Summarization . Dalam judul-judul berikut, kita akan mempelajari cara menggunakan masker wild card di berbagai aspek jaringan.
Lembar Contekan Masker Wildcard
Bagaimana cara menghitung Wildcard Mask?
Perhitungan Wildcard Mask mudah. Untuk melakukan perhitungan ini, metode pertama adalah mengurangi subnet mask dari 255.255.255.255 . Misalnya, jika subnet mask kita adalah 255.255.0.0, kita dapat melakukan perhitungan seperti di bawah ini:
255.255.255.255 – 255.255.0.0 = 0.0.255.255
Hasilnya akan memberikan topeng Wild card.
Subnet Mask vs Wildcard Mask
Subnet mask dan wildcard mask adalah dua angka penting yang digunakan dalam jaringan. Keduanya memiliki beberapa kesamaan, sehingga teknisi jaringan terkadang mencampuradukkan kedua angka ini. Mari kita bandingkan subnet mask vs wildcard mask dan lihat persamaan serta perbedaannya.
Pertama-tama, mari kita periksa persamaan antara subnet mask dan wildcard mask.
Subnet mask dan wild card mask keduanya memiliki log 32 bit dan menggunakan biner satu dan nol . Kedua angka ini digunakan dengan alamat IP untuk menyatakan nomor jaringan yang bermakna. Kedua angka ini menggunakan empat angka desimal yang dibagi dengan titik di antaranya.
Subnet Mask vs Wildcard Mask
Jika kita membandingkan subnet mask dengan wildcard mask, perbedaan pertama terletak pada bit. Dalam subnetting, seperti yang Anda ketahui, kita menggunakan angka 1 dan 0 dalam format biner subnet mask. Di sini, angka 1 menunjukkan bagian jaringan dan angka 0 menunjukkan bagian host dari alamat IP . Wildcard mask juga menggunakan angka 1 dan 0 , tetapi dalam arti yang berbeda. Di sini, angka 1 berarti tidak peduli . Angka 0 berarti bit-bit ini harus cocok . Dengan kata lain, wildcard mask digunakan untuk menyatakan ukuran jaringan untuk protokol routing atau rentang IP yang digunakan dalam ACL.
Pelatihan IPv6
Perbedaan lainnya terletak pada awal bilangan biner . Pada subnet mask, angka 1 berada di awal, sedangkan pada wildcard mask, angka 0 berada di awal.
Mari kita tampilkan subnet mask, CIDR, dan wildcard mask secara bersamaan.
Saat menggunakan angka-angka ini untuk menyederhanakan beberapa situasi, kita dapat menggunakan kata kunci wildcard mask . Di Cisco IOS, ada dua kata kunci berbeda yang digunakan dengan wildcard mask. Yaitu:
Kursus Cisco CCNA
tuan rumah
setiap
host berarti 0.0.0.0 dan ini berarti semua bit harus cocok dan menunjukkan alamat ip tunggal.
berarti apa pun , 255.255.255.255 dan ini berarti tidak ada bit yang harus cocok , semua alamat ip.
Di bawah ini, kami telah mengonfigurasi dua baris, baik untuk menulis bentuk lengkap topeng wildcard maupun menulis dengan kata kunci. Baris pertama adalah versi lengkapnya:
Pelatihan IPv6
Router (konfigurasi)# access-list 10 izin 192.168.1.1 0.0.0.0
Router (konfigurasi)# access-list 20 izin 0.0.0.0 255.255.255.255
Yang kedua adalah versi yang kita gunakan kata kunci.
Router (config)# access-list 20 mengizinkan apa pun
Di Mana Kita Menggunakan Masker Wildcard?
Kami menggunakan Wildcard Mask di berbagai area jaringan komputer. Access Control List (ACL), Routing Protocol, NAT (Network Address Translation), dan IP Summarization adalah beberapa area yang kami gunakan Wildcard Mask. Sekarang, mari kita lihat apa yang kami lakukan dengan angka-angka ini di berbagai area jaringan.
Seperti yang Anda ketahui, untuk memfilter lalu lintas dalam jaringan, kita menggunakan daftar akses (ACL). Saat menulis daftar akses, kita menggunakan karakter pengganti (wildcard) untuk menunjukkan rentang alamat IP mana yang diizinkan dan mana yang ditolak. Mari kita tunjukkan cara menggunakan topeng karakter pengganti (wildcard mask) dengan ACL melalui sebuah contoh.
Kita memiliki alamat IP 192.168.1.0/24 dan kita akan mengizinkan 254 host di jaringan ini. Bagaimana cara menulis baris izin untuk daftar akses?
Pelatihan IPv6
Atau, subnet mask-nya adalah 255.255.255.0 , dan kita dapat menghitung wildcard mask dengan menguranginya dari 255.255.255.255 . Hasilnya adalah 0.0.0.255 . Daftar akses kita akan seperti di bawah ini:
Router (konfigurasi)# access-list 10 izin 192.168.1.0 0.0.0.255
Protokol Perutean
OSPF (Buka Jalur Pendek Pertama)
Dalam protokol routing seperti OSPF (Open Short Path First) dan EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol), kita juga menggunakan wildcard. Dalam jaringan komputer ini, kita menggunakan wildcard untuk menunjukkan ukuran dan area jaringan . Mari kita berikan konfigurasi Area OSPF yang menggunakan angka-angka ini.
Pelatihan IPv6
Di sini, kita memiliki jaringan 192.168.1.0/24. Di sini, kita akan menemukan wildcard mask untuk /24 (255.255.255.0) dan menuliskannya di baris konfigurasi area 0.
Router (konfigurasi)# router ospf 100
Router (konfigurasi-router)# jaringan 192.168.1.0 0.0.0.0 area 0
Untuk konfigurasi ini, 192.168.1.0/24 berada di area OSPF 0 .
EIGRP (Protokol Perutean Gerbang Interior yang Disempurnakan)
Sekali lagi, kita bisa menggunakan wildcard mask di EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol). Kita lakukan ini saat menambahkan jaringan di bawah EIGRP. Mari kita tambahkan jaringan 192.168.1.0/24 di bawah EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol). Untuk jaringan ini, subnet mask kita adalah 255.255.255.0 dan wildcard mask-nya adalah 0.0.0.255 .
Pelatihan IPv6
Router (konfigurasi)# router eigrp 100
Router (konfigurasi-router)# jaringan 192.168.1.0 0.0.0.255
Ringkasan Alamat IP
Kami menggunakan ringkasan alamat IP untuk meringkas alamat IP guna mengurangi overhead jaringan. Dalam ringkasan alamat IP, kami menggunakan wildcard mask untuk mengidentifikasi bit mana yang tetap dan mana yang variabel.
Pelatihan IPv6
Terjemahan Alamat Jaringan (NAT)
Dalam NAT , kami juga menggunakan masker wildcard. Di sini, rentang alamat yang akan kami terjemahkan dengan Network Address Translation akan ditentukan dengan angka-angka ini.
Kursus laboratorium jaringan
Nilai CIDR dan Masker Wildcard yang Berbeda
/24 topeng wildcard: 0.0.0.255
Subnet mask untuk CIDR /24 adalah 255.255.255.0. Terdapat 256 alamat yang tersedia dengan subnet mask ini. Wildcard untuk /24 adalah 0.0.0.255. Di sini, semua bit host yang bernilai 0 pada subnet mask dikonversi menjadi 1 pada wildcard mask. Kita dapat menemukan nilai wildcard mask dengan mengurangi nilai setiap oktet dari 255. Untuk menghitung tiga oktet pertama, kita menggunakan 255-255=0. Oktet terakhir adalah 255-0=255.
/25 topeng wildcard: 0.0.0.127
Subnet mask CIDR /25 adalah 255.255.255.128. 128 alamat tersedia dengan subnet mask ini. Wildcard mask /25 adalah 0.0.0.127. Untuk oktet terakhir, kita akan mengurangi 255 dengan 128. Hasilnya sama dengan 127. Sisanya adalah 255-255 = 0.
/30 topeng karakter pengganti: 0.0.0.3
Subnet mask CIDR /30 adalah 255.255.255.252. Terdapat 4 alamat yang tersedia dengan subnet mask ini. Wildcard mask /30 adalah 0.0.0.3. Kita dapat menemukan nilai ini dengan mengurangi 255 dengan 252.
/31 topeng karakter pengganti: 0.0.0.1
Masker wildcard untuk /31, 255.255.255.254 adalah 0.0.0.1. Anda dapat menemukan nilai ini dengan mengurangi 255 dengan 1.
/32 topeng wildcard: 0.0.0.0
Karakter pengganti untuk /32, 255.255.255.255 adalah 0.0.0.0. Sekali lagi, kita dapat menemukan oktet terakhir dari mask karakter pengganti dengan mengurangi 255 dari 255.
Daftar Masker Wildcard
CIDR
SUBNET MASK
ALAMAT
WILDCARD
/32
255.255.255.255
1
0.0.0.0
/31
255.255.255.254
2
0.0.0.1
/30
255.255.255.252
4
0.0.0.3
/29
255.255.255.248
8
0.0.0.7
/28
255.255.255.240
16
0.0.0.15
/27
255.255.255.224
32
0.0.0.31
/26
255.255.255.192
64
0.0.0.63
/25
255.255.255.128
128
0.0.0.127
/24
255.255.255.0
256
0.0.0.255
/23
255.255.254.0
512
0.0.1.255
/22
255.255.252.0
1024
0.0.3.255
/21
255.255.248.0
tahun 2048
0.0.7.255
/20
255.255.240.0
4096
0.0.15.255
/19
255.255.224.0
8192
0.0.31.255
/18
255.255.192.0
16384
0.0.63.255
/17
255.255.128.0
32768
0.0.127.255
/16
255.255.0.0
65536
0.0.255.255
/15
255.254.0.0
131072
0.1.255.255
/14
255.252.0.0
262144
0.3.255.255
/13
255.248.0.0
524288
0.7.255.255
/12
255.240.0.0
1048576
0.15.255.255
/11
255.224.0.0
2097152
0.31.255.255
/10
255.192.0.0
4194304
0.63.255.255
/9
255.128.0.0
8388608
0.127.255.255
/8
255.0.0.0
16777216
0.255.255.255
/7
254.0.0.0
33554432
1.255.255.255
/6
252.0.0.0
67108864
3.255.255.255
/5
248.0.0.0
134217728
7.255.255.255
/4
240.0.0.0
268435456
15.255.255.255
/3
224.0.0.0
536870912
31.255.255.255
/2
192.0.0.0
1073741824
63.255.255.255
/1
128.0.0.0
2147483648
127.255.255.255
/0
0.0.0.0
4294967296
255.255.255.255
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu subnet mask?
Subnet mask adalah angka yang digunakan dalam jaringan komputer untuk menentukan bagian jaringan dan host dari suatu alamat IP.
Pelatihan IPv6
Apa perbedaan utama antara subnet mask dan wildcard mask?
Subnet mask digunakan untuk menentukan bit jaringan dan bit host dari suatu alamat IP. Wildcard mask digunakan untuk mencocokkan rentang alamat IP.
Pelatihan IPv6
Bagaimana cara menemukan topeng wildcard?
Untuk menemukan wildcard mask dari subnet mask, Anda dapat mengurangi subnet mask dari 255.255.255.255 . Jika subnet mask Anda adalah 255.0.0.0, wildcard mask Anda adalah 255.255.255.255 – 255.0.0.0 = 0.0.0.255.
Mengapa Kita Menggunakan Wildcard Mask dengan Daftar Akses?
Untuk menentukan rentang alamat ip dalam daftar akses (ACL) yang akan kami terima atau tolak, kami menggunakan topeng wildcard dengan alamat ip.
Mengapa Kita Menggunakan Wildcard Mask dengan OSPF?
Dalam konfigurasi area Open Shortest Path First (OSPF) , kami menentukan rentang alamat ip yang akan berada di area yang dikonfigurasi dengan topeng wildcard.
Bisakah saya menggunakan subnet mask sebagai pengganti wildcard mask?
Tidak. Keduanya memiliki tujuan berbeda dalam jaringan komputer.