Apa Itu Mikrotik, Jenis, dan Cara Settingnya

09 December 2024
Saat ini kamu pasti sering menggunakan internet untuk belajar, mengerjakan tugas, atau sekedar mencari hiburan. Tapi tahukah kamu, bahwa dibalik lancarnya koneksi internet ada perangkat yang berperan penting? Salah satunya adalah mikrotik.
Mikrotik adalah sebuah sistem operasi yang mengubah komputer menjadi router jaringan. Dengan mikrotik, kita bisa mengatur berbagai macam pengaturan jaringan, seperti membatasi kecepatan internet, membuat hotspot, hingga mengatur akses ke jaringan.
Mikrotik sangat populer digunakan di berbagai tempat, mulai dari kampus, warnet, hingga perusahaan skala kecil. Fleksibilitas dan kemudahan konfigurasinya membuat mikrotik menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin mengelola jaringan sendiri. Ingin lebih tahu tentang mikrotik? Yuk simak artikel di bawah ini!
Baca Juga: Cara Efektif Membuat Flow Chart yang Baik
Apa itu Mikrotik?
Mikrotik merupakan sebuah sistem operasi yang dapat mengubah komputer menjadi router jaringan. Software ini memungkinkan pengguna untuk mengelola jaringan tanpa membutuhkan peralatan khusus. Dengan menggunakan mikrotik, kamu bisa memanfaatkan semua fitur router, termasuk firewall, gateway hotspot, dan manajemen bandwidth.
Mikrotik menggunakan sistem operasi berbasis Linux yang menjadi dasar router jaringan. Sistem operasi ini sangat cocok untuk membangun administrasi jaringan komputer berskala kecil hingga besar.
Namun perlu dipahami bahwa mikrotik dan router merupakan dua pengertian yang berbeda. Mikrotik adalah sistem operasi yang termasuk ke dalam golongan open source, sementara router merupakan perangkat keras yang berfungsi sebagai penghubung antara dua jaringan atau lebih. Atau, perbedaan paling mendasarnya yaitu mikrotik merupakan sebuah software, sedangkan router adalah hardware.
Jenis-Jenis Mikrotik
1. RouterOS
Mikrotik RouterOS merupakan sistem operasi yang digunakan berbasis UNIX dan memiliki kelebihan serta menyediakan fitur-fitur unggulan, mulai dari paket router, bridge, firewall, proxy server, hotspot, dan lain-lain. Dengan hanya menggunakan satu sistem operasi saja, kamu bisa membuat router sendiri.
2. RouterBoard
Jika mikrotik RouterOs memanfaatkan software, maka mikrotik RouterBoard merupakan hardware yang dikembangkan oleh perusahaan Mikrotik. RouterBoard berukuran sangat kecil dan lebih praktis, serta dapat melakukan proses instalasi RouterOS pada RouterBoard yang telah terkonfigurasi dengan baik.
RouterBoard ini terdiri dari sebuah processor, ROM, RAM, dan flash memory. Harga dipasar nya pun tidak terlalu mahal, sekitar 600 hingga 800 ribu rupiah saja.
3. Mikrotik CHR
Mikrotik jenis ini bekerja seperti RouterOS, namun diinstal pada perangkat komputasi virtual seperti hosting VPS. Dengan menggunakan mikrotik jenis ini, dapat mengelola jaringan internet tanpa perlu memiliki perangkat sendiri.
Mikrotik CHR bisa didapatkan secara gratis. Kamu hanya perlu menginstall mikrotik di VPS tanpa perlu membayar lisensinya. Akan tetapi, kecepatan internet yang diberikan Mikrotik CHR hanya 1 MB saja.
Fungsi Mikrotik
Konfigurasi Jaringan Lokal
Sistem jaringan ini bisa dimanfaatkan untuk mengatur dan mengkonfigurasi Local Area Network (LAN) menggunakan PC Mikrotik RouterOS dan hardware dengan spesifikasi rendah.
Menyediakan Sistem Otentikasi
Mikrotik dapat memblokir situs web dengan konten terlarang. Dengan ini, kita dapat mewujudkan sebuah layanan internet yang sehat dengan menghilangkan akses menuju konten yang tidak sesuai.
Berperan sebagai Hotspot
Sistem jaringan ini dapat dijadikan hotspot yang mempermudah proses konfigurasi serta membagi bandwith pada setiap jaringan komputer. Sistem ini akan bertugas untuk memisahkan lalu lintas atau bandwith traffic data internasional atau lokal.
Mengelola Jaringan Internet
Selain itu, perangkat ini dapat membantu dalam mengelola jaringan internet agar lebih terpusat. Hal ini mempermudah administrator saat mengelola sebuah jaringan dengan lebih efektif.
Membuat PPPoE Server
Mikrotik berperan penting dalam proses pembuatan server PPPoE. Hal ini memungkinkan pengaturan koneksi PPPoE (Point-to-Point- Protocol over Ethernet) menggunakan perangkat.
Cara Setting MikrotikPertama, lakukan konfigurasi terlebih dahulu mulai dari default route, IP Address, NAT Masquerade, DHCP server, DNS Server, dan bridging.
Lakukan proses konfigurasi secara berurutan, lalu kamu bisa mengatur IP Address pada interface yang sudah tersambung dengan ISP.
Kemudian, masukkan IP dan test PING dari ISP pada alamat IP atau gateway. Untuk dapat melakukannya, buka menu terminal, lalu masuk ke dalam mode Command Line Interface.
Setelah itu tes PING kembali, lalu masukkan IP Address.
Selanjutnya, lakukan konfigurasi pada default route menggunakan alamat IP gateway.
Lanjutkan dengan menguji koneksi internet dan mengatur DNS server melalui terminal.
Terakhir, konfigurasikan alamat IP, centang kolom "allow" dan uji PING pada berbagai URL.Itulah penjelasan lengkap mengenai mikrotik. Jadi dapat disimpulkan bahwa mikrotik merupakan solusi ideal bagi siapa saja yang ingin mengelola jaringan dengan mudah dan efisien. Dengan berbagai jenis perangkat, fungsi yang lengkap, dan harga terjangkau, mikrotik bisa menjadi pilihan utama di dunia teknologi jaringan.
No comments:
Post a Comment