Tuesday, February 24, 2026

Praktikum Splicing Kelompok 10

 Praktikum Splicing Kelompok 10

Anggota kelompok: 1. Dianita Aira Diyastuti (11)
                                 2. Haidar Muhammad (15)


I. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar dibawah ini




Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter
7. Fusion Splicer

Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering


II. Langkah-langkah 
1.Persiapan Kabel
    strip dan bersihkan kabel
     


2. Pemotongan
Potong dengan Cliever



3.Penyelarasan
sejajarkan core fiber

4.Peleburan
Lelehkan dengan Arc Listrik



5. Penyambungan
 Gabunkan serat optik

6. Perlindungan 
Pasang Pelindung (Sleeve)


7.Pengujian 
Chek dengan Opm

Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Optical Power Meter pada panjang gelombang 1310 nm, diperoleh nilai daya optik sebesar –19,7 dBm. Nilai ini menunjukkan bahwa sinyal cahaya masih diterima dengan baik setelah proses splicing dilakukan. Besarnya daya tersebut masih berada dalam rentang normal untuk jaringan fiber optik, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil splicing tergolong baik dan tidak mengalami redaman yang berlebihan. Dengan demikian, sambungan fiber optik layak digunakan karena sinyal masih stabil dan memenuhi kebutuhan operasional jaringan.


8.Penyelesaian 
Kemas dan Rapikan


Wifi

Sejarah WiFi dan Fakta-fakta yang Perlu Anda Ketahui


Hampir setiap hari kita menggunakan WiFi untuk terhubung dengan jaringan internet. Akses internet yang disediakan oleh WiFi memang lebih cepat dan stabil untuk kegiatan digital. Terutama untuk Anda yang sering menghabiskan waktu di rumah, WiFi rumah bisa menjadi solusi yang tepat dan lebih hemat untuk tetap terhubung ke internet.

Namun, apakah Anda sudah mengetahui sejarah WiFi?
Apa Itu WiFi?

WiFi adalah teknologi internet jaringan nirkabel atau tanpa kabel yang memanfaatkan gelombang radio untuk menyediakan akses ke jaringan internet berkecepatan tinggi. Gelombang radio tersebut berada pada rentang 2,4 GHz sampai 5 GHz. WiFi termasuk ke dalam jenis protokol jaringan nirkabel berstandar IEEE 802.11.

Perangkat-perangkat seperti komputer, laptop, tablet, smartphone, hingga smart TV dapat memanfaatkan jaringan WiFi untuk terhubung ke internet dengan gelombang radio. Namun, semua perangkat tersebut haruslah berada di dalam satu titik akses, di mana jaringannya sendiri dapat diakses dalam radius 20 meter di dalam ruangan atau lebih dari 20 meter di luar ruangan.

BACA JUGA: Cara Memasang WiFi di Rumah untuk Kebutuhan Sehari-hari
Sejarah Adanya WiFi


Sumber: Reddit

Mulanya, WiFi pertama kali dikembangkan pada sekitar tahun 1990-an. Tujuan dikembangkannya perangkat tersebut adalah sebagai teknologi nirkabel untuk menghubungkan perangkat ke internet tanpa kabel.

WiFi sendiri awalnya menggunakan teknologi ‘WaveLAN’ untuk pengelolaan mesin kasir portabel yang dikembangkan oleh National Cash Register (NCR) Corporation dan AT&T. Melihat potensi dari teknologi WiFi, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) pada tahun 1997 akhirnya turut turun tangan dalam pengembangannya dengan meresmikan standar 802.11. Standar IEEE 802.11 tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal komunikasi data tanpa kabel dalam jarak pendek.

Di awal tahun 2000-an, seiring dengan maraknya penggunaan internet secara masal, WiFi mulai populer di kalangan masyarakat, terutama di kalangan mereka yang menggunakan perangkat mobile dan butuh akses internet yang lebih fleksibel tanpa kabel. Kepopuleran tersebut juga disebabkan pembaruan yang dilakukan IEEE pada standar 802.11b, di mana WiFi menjadi lebih praktis dan terjangkau.

Sejak saat itu, penggunaan WiFi sudah lazim ditemui untuk keperluan rumah tangga, kantor, dan tempat umum, hingga tidak dapat dilepaskan dari kegiatan kita sehari-hari.

BACA JUGA: Penyebab dan Cara Mengatasi Sinyal WiFi Naik Turun
Fungsi WiFi

1. Akses Internet Tanpa Kabel
WiFi memungkinkan Anda untuk terhubung dengan akses internet tanpa menggunakan kabel. Dengan begitu, Anda dapat menjelajah internet tanpa repot dari mana saja selama berada di dalam jangkauan WiFi.

2. Koneksi Jaringan Lokal
Dengan menggunakan WiFi, perangkat-perangkat yang Anda miliki dapat terhubung ke dalam jaringan lokal untuk berbagi file. Contohnya seperti printer, di mana Anda dapat mencetak file apa saja secara nirkabel dengan bantuan konektivitas WiFi.

3. Konektivitas Antar Perangkat
WiFi juga membantu komunikasi antar perangkat yang Anda miliki. Contoh sederhananya adalah koneksi home automation atau smart home. Dengan perangkat smart home yang terhubung ke internet, Anda dapat mengelola pekerjaan rumah dari jauh, seperti mengunci pintu, mematikan barang elektronik, dan lain sebagainya.

4. Penghematan Biaya Infrastruktur Internet
Dengan menggunakan WiFi, Anda tidak perlu repot-repot untuk mengeluarkan dana instalasi kabel. Selama perangkat berada di dalam jangkauan sinyal WiFi, Anda dapat terhubung ke jaringan internet yang stabil dan lancar.

BACA JUGA: Mengapa dan Bagaimana Cara Memblokir Perangkat yang Terhubung ke WiFi Anda
Cara Kerja WiFi


Sumber: HelloTech

Cara kerja WiFi sebenarnya cukup sederhana. Perangkat tersebut bekerja dengan memanfaatkan gelombang radio untuk pertukaran data antar perangkat yang terhubung ke internet.

Contohnya, ketika smartphone Anda mencoba untuk mengakses jaringan internet, sinyal radio dikirim dari smartphone tersebut ke router WiFi. Router WiFi kemudian akan mengubah sinyal ini menjadi data digital yang dapat diteruskan ke jaringan internet. Setelah itu data yang diterima dari jaringan internet akan dikirim kembali oleh router WiFi ke smartphone Anda melalui gelombang radio.

Proses pertukaran data yang terjadi di jaringan internet WiFi tersebut tergolong cepat. Alhasil, Anda dapat menjelajahi internet dengan leluasa, melakukan streaming video, hingga mengunduh dan mengunggah file berukuran besar secara nirkabel. Namun, perlu diingat kembali bahwa kecepatan dan kestabilan koneksi dari jaringan internet WiFi juga bergantung pada lingkungan dan perangkat yang Anda gunakan.

Microtik


Apa Itu Mikrotik, Jenis, dan Cara Settingnya


09 December 2024

Saat ini kamu pasti sering menggunakan internet untuk belajar, mengerjakan tugas, atau sekedar mencari hiburan. Tapi tahukah kamu, bahwa dibalik lancarnya koneksi internet ada perangkat yang berperan penting? Salah satunya adalah mikrotik.

Mikrotik adalah sebuah sistem operasi yang mengubah komputer menjadi router jaringan. Dengan mikrotik, kita bisa mengatur berbagai macam pengaturan jaringan, seperti membatasi kecepatan internet, membuat hotspot, hingga mengatur akses ke jaringan.

Mikrotik sangat populer digunakan di berbagai tempat, mulai dari kampus, warnet, hingga perusahaan skala kecil. Fleksibilitas dan kemudahan konfigurasinya membuat mikrotik menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin mengelola jaringan sendiri. Ingin lebih tahu tentang mikrotik? Yuk simak artikel di bawah ini!


Apa itu Mikrotik?

Mikrotik merupakan sebuah sistem operasi yang dapat mengubah komputer menjadi router jaringan. Software ini memungkinkan pengguna untuk mengelola jaringan tanpa membutuhkan peralatan khusus. Dengan menggunakan mikrotik, kamu bisa memanfaatkan semua fitur router, termasuk firewall, gateway hotspot, dan manajemen bandwidth.

Mikrotik menggunakan sistem operasi berbasis Linux yang menjadi dasar router jaringan. Sistem operasi ini sangat cocok untuk membangun administrasi jaringan komputer berskala kecil hingga besar.

Namun perlu dipahami bahwa mikrotik dan router merupakan dua pengertian yang berbeda. Mikrotik adalah sistem operasi yang termasuk ke dalam golongan open source, sementara router merupakan perangkat keras yang berfungsi sebagai penghubung antara dua jaringan atau lebih. Atau, perbedaan paling mendasarnya yaitu mikrotik merupakan sebuah software, sedangkan router adalah hardware.

Jenis-Jenis Mikrotik

1. RouterOS

Mikrotik RouterOS merupakan sistem operasi yang digunakan berbasis UNIX dan memiliki kelebihan serta menyediakan fitur-fitur unggulan, mulai dari paket router, bridge, firewall, proxy server, hotspot, dan lain-lain. Dengan hanya menggunakan satu sistem operasi saja, kamu bisa membuat router sendiri.


2. RouterBoard

Jika mikrotik RouterOs memanfaatkan software, maka mikrotik RouterBoard merupakan hardware yang dikembangkan oleh perusahaan Mikrotik. RouterBoard berukuran sangat kecil dan lebih praktis, serta dapat melakukan proses instalasi RouterOS pada RouterBoard yang telah terkonfigurasi dengan baik.

RouterBoard ini terdiri dari sebuah processor, ROM, RAM, dan flash memory. Harga dipasar nya pun tidak terlalu mahal, sekitar 600 hingga 800 ribu rupiah saja.



3. Mikrotik CHR

Mikrotik jenis ini bekerja seperti RouterOS, namun diinstal pada perangkat komputasi virtual seperti hosting VPS. Dengan menggunakan mikrotik jenis ini, dapat mengelola jaringan internet tanpa perlu memiliki perangkat sendiri.

Mikrotik CHR bisa didapatkan secara gratis. Kamu hanya perlu menginstall mikrotik di VPS tanpa perlu membayar lisensinya. Akan tetapi, kecepatan internet yang diberikan Mikrotik CHR hanya 1 MB saja.


Fungsi Mikrotik

Konfigurasi Jaringan Lokal

Sistem jaringan ini bisa dimanfaatkan untuk mengatur dan mengkonfigurasi Local Area Network (LAN) menggunakan PC Mikrotik RouterOS dan hardware dengan spesifikasi rendah.

Menyediakan Sistem Otentikasi

Mikrotik dapat memblokir situs web dengan konten terlarang. Dengan ini, kita dapat mewujudkan sebuah layanan internet yang sehat dengan menghilangkan akses menuju konten yang tidak sesuai.


Berperan sebagai Hotspot

Sistem jaringan ini dapat dijadikan hotspot yang mempermudah proses konfigurasi serta membagi bandwith pada setiap jaringan komputer. Sistem ini akan bertugas untuk memisahkan lalu lintas atau bandwith traffic data internasional atau lokal.


Mengelola Jaringan Internet

Selain itu, perangkat ini dapat membantu dalam mengelola jaringan internet agar lebih terpusat. Hal ini mempermudah administrator saat mengelola sebuah jaringan dengan lebih efektif.

Membuat PPPoE Server

Mikrotik berperan penting dalam proses pembuatan server PPPoE. Hal ini memungkinkan pengaturan koneksi PPPoE (Point-to-Point- Protocol over Ethernet) menggunakan perangkat.

Cara Setting MikrotikPertama, lakukan konfigurasi terlebih dahulu mulai dari default route, IP Address, NAT Masquerade, DHCP server, DNS Server, dan bridging.
Lakukan proses konfigurasi secara berurutan, lalu kamu bisa mengatur IP Address pada interface yang sudah tersambung dengan ISP.
Kemudian, masukkan IP dan test PING dari ISP pada alamat IP atau gateway. Untuk dapat melakukannya, buka menu terminal, lalu masuk ke dalam mode Command Line Interface.
Setelah itu tes PING kembali, lalu masukkan IP Address.
Selanjutnya, lakukan konfigurasi pada default route menggunakan alamat IP gateway.
Lanjutkan dengan menguji koneksi internet dan mengatur DNS server melalui terminal.
Terakhir, konfigurasikan alamat IP, centang kolom "allow" dan uji PING pada berbagai URL.Itulah penjelasan lengkap mengenai mikrotik. Jadi dapat disimpulkan bahwa mikrotik merupakan solusi ideal bagi siapa saja yang ingin mengelola jaringan dengan mudah dan efisien. Dengan berbagai jenis perangkat, fungsi yang lengkap, dan harga terjangkau, mikrotik bisa menjadi pilihan utama di dunia teknologi jaringan.

Access Point (AP)

Pengertian Access Point: Fungsi, Jenis dan Cara Memonitoringnya


Access point menjadi teknologi jaringan nirkabel yang telah mengubah cara kita terhubung dengan internet dan sumber daya jaringan.

Umum9 November 2023

Access Point merupakan salah satu inovasi dalam teknologi jaringan nirkabel yang memfasilitasi konektivitas nirkabel di berbagai lingkungan, salah satunya dalam lingkungan bisnis yang kompleks. Artikel ini akan membahas pengertian, fungsi, dan jenis Access Point dalam menyediakan akses internet nirkabel. Selain itu, kita akan menjelajahi alasan pentingnya memonitoring Access Point yang menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja dan keamanan jaringan nirkabel yang efisien.
Apa itu Access Point?

Pengertian Access Point adalah perangkat jaringan yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan perangkat berkemampuan nirkabel dengan jaringan kabel (internet). Access point menciptakan jaringan area lokal nirkabel atau WLAN yang pada umumnya digunakan pada area kantor atau gedung area besar.

Cara kerja Access Point adalah dengan terhubung ke router nirkabel, switch, atau Hub melalui kabel Ethernet dan memproyeksikan sinyal Wi-Fi ke area yang ditentukan. Ketika perangkat nirkabel, seperti laptop atau smartphone, mencari jaringan Wi-Fi yang tersedia, access point ini akan mendeteksi sinyal tersebut dan memungkinkan perangkat tersebut terhubung ke jaringan dengan aman.
Fungsi Access Point

Berikut beberapa fungsi access point yang harus kamu ketahui:
1 .Menghubungkan perangkat nirkabel ke jaringan kabel

Access Point berfungsi menghubungkan perangkat nirkabel seperti laptop, smartphone, atau tablet ke jaringan kabel guna mengakses sumber daya jaringan seperti internet.
2. Memiliki peran sebagai DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol

Access Point memiliki kemampuan untuk secara otomatis memberikan IP address untuk sebuah perangkat yang akan terhubung.
3. Meningkatkan jangkauan dan kapasitas jaringan

Access Point dapat digunakan untuk memperluas cakupan jaringan nirkabel dengan menambahkannya ke jaringan agar mencakup area yang lebih luas. Selain itu, Access Point juga bisa meningkatkan kapasitas jaringan ketika banyak perangkat yang terhubung ke jaringan secara bersamaan.
4. Menyediakan otentikasi dan enkripsi

Access Point dapat digunakan untuk menyediakan otentikasi dan enkripsi, sehingga hanya perangkat yang sah yang dapat terhubung ke jaringan. Ini penting untuk menjaga keamanan jaringan Wi-Fi.
5. Meningkatkan kecepatan dan kualitas sinyal

Dengan menggunakan beberapa Access Point yang cerdas, kamu dapat meningkatkan kecepatan dan kualitas sinyal nirkabel, terutama dalam jaringan Wi-Fi yang padat.Sumber Gambar: Freepik.
Jenis-Jenis Access Point

Mengutip dari ComputerNetworkingNotes, kita dapat membagi access point ke dalam tiga jenis berdasarkan fungsinya:
1. Access Point Mandiri (Standalone Access Point)

Access Point mandiri biasanya dapat ditemukan di perusahaan komersial. Dalam pengaturan jaringannya, access point mandiri tidak dikelola melalui kontrol pusat. Access point jenis ini dapat bekerja secara mandiri dan mengarahkan lalu lintas ke gateway internet terdekat atau secara langsung ke internet, memberikan fungsionalitas yang sama dalam jaringan nirkabel yang disediakan oleh Switch atau Hub di jaringan kabel.
2. Access Point Multifungsi (Multifunction Access Point)

Access Point multifungsi adalah kombinasi dua perangkat atau lebih. Access point multifungsi menggabungkan perangkat access point, switch Ethernet, dan router. Fungsionalitas dibentuk antara perangkat yang digabungkan dengan access point guna menyediakan fungsionalitas tambahan ke access point.
3. Access Point Terkendali (Controlled Access Point)

Access Point terkendali adalah perangkat yang dikontrol melalui kontroler jaringan (network controller) dengan konfigurasi terpusat. Dalam konfigurasi ini, kontroler bertanggung jawab atas manajemen, otentikasi, keamanan, pengaturan, dan pemantauan seluruh Access Point dalam jaringan.
Tipe-Tipe Perangkat Access Point

Berikut ini adalah tipe-tipe perangkat Access Point harus kamu ketahui:
1. Access Point Mode

Access Point Mode merupakan perangkat yang bisa digunakan untuk menyambungkan jaringan nirkabel dan kabel, seperti router atau switch. Sistem kerja Access Point ini terhubung melalui kabel Ethernet. Access Point tipe ini, akan sering kita temui di tempat yang menyediakan jaringan berkabel.
2. Repeater Mode

Access Point dalam mode ini berfungsi untuk meningkatkan jangkauan sinyal nirkabel dengan SSID (Service Set IDentifier) yang sama serta menjaga tingkat keamanan yang serupa. Biasanya, mode ini digunakan untuk memperkuat sinyal di lokasi dengan jaringan nirkabel yang sudah ada sehingga memungkinkan sinyal untuk mencapai area yang sebelumnya sulit dijangkau.
3. Client Mode

Access Point dengan tipe client mode biasanya dapat kita temui pada perangkat elektronik yang mempunyai port ethernet, seperti pada PC, laptop, dan sejenisnya.
4. Bridge Mode

Access Point dengan tipe bridge mode, bekerja dengan cara membentuk jaringan independen atau mandiri melalui satu sambungan internet untuk dua kelompok. Perangkat ini juga digunakan untuk mengambil sinyal nirkabel dan mengirimkannya dengan menggunakan SSID yang sama dan kata sandi yang serupa. Jenis Access Point tipe ini umumnya ditemukan di tempat-tempat seperti perumahan, kafe, dan perkantoran yang menyediakan layanan tanpa memerlukan kata sandi.
5. Wireless Router Mode

Access Point dengan tipe wireless router mode memiliki kemampuan untuk membagikan koneksi internet kepada beberapa klien secara bersamaan. Dalam mode ini, hanya ada satu port Wide Area Network (WAN) yang mendukung berbagai jenis koneksi.
Cara Memonitoring Access Point

Secara keseluruhan, Access Point memberikan kemudahan dalam menyediakan jaringan nirkabel di berbagai lingkungan. Penggunaan perangkat Access Point di lingkungan perusahaan harus selalu dipastikan optimal agar tidak mengalami kendala saat sedang terhubung ke jaringan. Solusi menjaga perangkat Access Point tetap optimal adalah dengan menggunakan alat monitoring jaringan.

Kami merekomendasikan Netmonk Prime, sebagai alat monitoring jaringan yang dapat kamu andalkan. Netmonk Prime dengan modul monitoring jaringannya dapat memonitor berbagai perangkat jaringan termasuk perangkat Access Point. Keunggulan dari Netmonk Prime adalah memonitoring secara real-time, notifikasi proaktif, dan laporan yang dapat diunduh dalam format PDF. Sangat membantu tim IT perusahaanmu, bukan? Yuk, gunakan monitoring jaringan sekarang!

Referensi:

https://www.coolblue.nl/en/advice/access-points.html

https://www.linksys.com/gb/what-is-a-wifi-access-point.html

https://www.computernetworkingnotes.com/ccna-study-guide/access-points-and-wireless-lan-controllers-explained.html

https://www.gramedia.com/literasi/access-point/

Jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)


Gambar 426 Jaringan Wireless


1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.

1.1 Karakteristik Jaringan Wireless

  • Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
  • Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
  • Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.
  • Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).

1.2 Komponen Utama

  1. Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.
  2. Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
  3. Antena – omnidirectional atau directional.
  4. Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.
  5.  Repeater/Bridge – memperluas jangkauan

1.3 Frekuensi Umum

  • 2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.
  • 5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.
  • 6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.

 

2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)

Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:

  • Menghubungkan dua gedung
  • Backbone antar tower
  • Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh

2.1 Ciri-Ciri PtP

  • Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
  • Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).
  • Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
  • Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.

2.2 Cara Kerja PtP (Flow)

  • Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.
  • Titik B mengarah tepat ke titik A.
  • Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
  • Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.

2.3 Kelebihan PtP

  • Stabil dan cepat
  • Noise/interferensi kecil
  • Bisa menjangkau jarak jauh

2.4 Kekurangan PtP

  • Hanya menghubungkan 1 ke 1
  • Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih

 

3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)

Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.

Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.

3.1 Ciri-Ciri PtMP

  • Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
  • Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
  • Menggunakan Antena

Antena Omnidirectional (360°)
Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)

  •  Digunakan untuk:

  • Desa internet
  • Pemancar internet ke RW/RT
  • Kampus / sekolah / kantor skala besar
  • CCTV di banyak titik

 

3.2 Cara Kerja PtMP

  • AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).
  • Banyak client menangkap sinyal dari AP.
  • Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
  • Semua client berbagi satu kanal frekuensi.

 

3.3 Kelebihan PtMP

  • Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.
  • Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.
  • Fleksibel dalam penambahan client.

 

3.4 Kekurangan PtMP

  • Shared bandwidth (kecepatan dibagi).
  • Rentan interferensi jika banyak client.
  • Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.

 

4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP

AspekPoint-to-PointPoint-to-Multipoint
Jumlah perangkat
2 titik
1 pusat ke banyak titik
Antena
Directional
Omni / Sector
Stabilitas
Sangat stabil
Dipengaruhi banyak user
Jarak
Jauh (hingga puluhan km)
Sedang (1–10 km)
Kecepatan
Dedicated
Dibagi
Contoh penggunaan
Gedung A ⇆ Gedung B
Tower pusat → banyak rumah