Kelompok UM (Umbel Meler):
1. Dianita Aira Diyastuti (11)
2. Elfira Zahrotus Salma (12)
Tahapan praktikum mikrotik 1
I. Siapkan alat:
1. Laptop
Untuk konfigurasi router lewat Winbox.
2. Router MikroTik
Perangkat utama yang akan dikonfigurasi.
3. PoE Injector
Jika router/perangkat memakai suplai daya via LAN atau sesuai setup di lab.
4. Kabel LAN / Ethernet 2 buah
a. 1 kabel dari laptop ke MikroTik
b. 1 kabel dari internet/switch ke MikroTik
5. Power adaptor DC
Untuk menyalakan router atau PoE injector.
6. Aplikasi winbox
Untuk setting MikroTik.
II. Mulai langkah-langkah:
1. Colokkan kabel power jenis mikro ke port power MikroTik.2. Colokkan kabel dari ISP ke port Ethernet 1.
3. Colokkan kabel LAN dari port Ethernet 2 ke laptop.
4. Buka winbox klik IP -> DHCP Client
5. Pada tahap ini dilakukan penambahan DHCP Client pada MikroTik dengan cara masuk ke menu IP → DHCP Client, kemudian klik tombol New (+). Selanjutnya pada bagian Interface dipilih wlan1 (atau disesuaikan dengan interface yang terhubung ke ISP), lalu centang opsi Use Peer DNS dan Use Peer NTP, serta pastikan Add Default Route dalam kondisi yes. Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan, sehingga MikroTik dapat memperoleh IP Address secara otomatis dari jaringan ISP.
6. Pada tahap ini terlihat bahwa DHCP Client telah berhasil ditambahkan dan sudah berjalan dengan baik, ditandai dengan status bound pada interface ether1 serta munculnya IP Address 192.168.103.109/24. Hal ini menunjukkan bahwa MikroTik telah berhasil memperoleh IP Address secara otomatis dari ISP, sehingga koneksi ke jaringan internet sudah aktif dan siap digunakan.
7. Pada tahap ini dilakukan pengubahan nama interface pada MikroTik dengan cara masuk ke menu Interfaces, kemudian memilih ether1 dan mengubah kolom Name menjadi ISP DIANITA. Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan perubahan. Langkah ini bertujuan agar interface yang terhubung ke ISP lebih mudah dikenali dan memudahkan dalam proses konfigurasi selanjutnya.
8. Pada tahap ini dilakukan pengubahan nama interface dari ether2 menjadi SERVER ELFIRA dengan cara masuk ke menu Interfaces, kemudian memilih ether2 dan mengubah kolom Name menjadi SERVER ELFIRA. Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan perubahan, sehingga interface tersebut dapat dikenali sebagai jalur yang terhubung ke server dan memudahkan dalam proses konfigurasi jaringan selanjutnya.
9. Pada tahap ini terlihat bahwa proses pengubahan nama interface telah berhasil, dimana ether2 sudah berubah menjadi SERVER ELFIRA pada menu Interfaces. Hal ini menunjukkan bahwa interface tersebut kini sudah difungsikan sebagai jalur ke server, sehingga memudahkan dalam identifikasi dan pengelolaan konfigurasi jaringan selanjutnya.
10. Pada tahap ini dilakukan pembuatan IP Pool yang akan digunakan untuk pembagian alamat IP secara otomatis kepada client. Caranya dengan masuk ke menu IP → Pool, kemudian klik tombol New untuk menambahkan pool baru. Selanjutnya isi kolom Name dengan dhcp_pool0, lalu tentukan rentang alamat IP pada kolom Addresses dari 192.168.12.2 sampai 192.168.12.254. Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi, sehingga rentang IP tersebut dapat digunakan oleh DHCP Server dalam mendistribusikan alamat IP ke perangkat client secara otomatis dan terstruktur.
11. Pada tahap ini dilakukan proses konfigurasi DHCP Server menggunakan fitur DHCP Setup pada MikroTik. Caranya dengan masuk ke menu IP → DHCP Server, kemudian klik tombol DHCP Setup. Selanjutnya pilih interface yang akan digunakan sebagai jalur distribusi IP, yaitu SERVER ELFIRA pada kolom DHCP Server Interface. Setelah itu klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap konfigurasi berikutnya, sehingga DHCP Server dapat diaktifkan pada interface tersebut dan siap digunakan untuk membagikan alamat IP secara otomatis kepada client yang terhubung.
12. Pada tahap ini dilakukan penentuan DHCP Address Space yang akan digunakan untuk pembagian alamat IP kepada client. Setelah sebelumnya memilih interface SERVER ELFIRA, sistem akan menampilkan jaringan yang terdeteksi secara otomatis, yaitu 192.168.12.0/24 pada kolom DHCP Address Space. Nilai ini menunjukkan network yang akan digunakan sebagai dasar pemberian IP kepada client. Selanjutnya klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, sehingga konfigurasi jaringan DHCP dapat disesuaikan dengan segment IP yang telah ditentukan.
13. Pada langkah ini, tentukan alamat gateway yang akan digunakan oleh DHCP Server, yaitu
192.168.12.1, sebagai jalur utama bagi klien dalam jaringan untuk mengakses jaringan lain atau internet. Setelah itu, klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.14. langkah ini, tentukan rentang alamat IP (IP Pool) yang akan didistribusikan kepada klien, yaitu dari
192.168.12.2 hingga 192.168.12.xxx. Rentang ini akan digunakan oleh DHCP Server untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada perangkat yang terhubung ke jaringan. Setelah itu, klik Next untuk melanjutkan.15. Pada langkah ini, tentukan durasi peminjaman alamat IP (Lease Time), yaitu
00:10:00 atau 10 menit. Waktu ini menunjukkan berapa lama sebuah perangkat dapat menggunakan alamat IP yang diberikan oleh DHCP Server sebelum harus diperbarui kembali16. Pada langkah ini, konfigurasi NAT dilakukan dengan memilih aksi masquerade pada tab Action. Fungsi dari masquerade adalah untuk menyamarkan alamat IP lokal (private) menjadi alamat IP publik agar perangkat dalam jaringan lokal dapat mengakses internet. Setelah pengaturan selesai, klik Apply lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.
17. Berdasarkan konfigurasi yang telah dilakukan, jaringan berhasil berjalan dengan baik. DHCP Server mampu mendistribusikan alamat IP secara otomatis kepada klien, dan koneksi internet dapat diakses dengan lancar setelah konfigurasi NAT (masquerade) diterapkan. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh tahapan konfigurasi MikroTik telah berhasil dilakukan dengan benar.
No comments:
Post a Comment