Tuesday, May 5, 2026

Mikrotik 1

Langkah Langkah Setting MikroTik

Tutorial lengkap dengan gambar + konfigurasi nyata 💗

🛠️ Tahapan Praktikum MikroTik 1

I. Siapkan Alat:

  • Laptop
    Untuk konfigurasi router lewat Winbox.

  • Router MikroTik
    Perangkat utama yang akan dikonfigurasi.

  • PoE Injector
    Jika menggunakan daya via LAN.

  • Kabel LAN / Ethernet (2 buah)
    a. Laptop ke MikroTik
    b. Internet/switch ke MikroTik

  • Power adaptor DC
    Untuk menyalakan perangkat.

  • Aplikasi Winbox
    Untuk setting MikroTik.

⚙️ II. Mulai Langkah-Langkah

  1. Colokkan kabel power jenis mikro ke port power MikroTik.

  2. Colokkan kabel dari ISP ke port Ethernet 1.

  3. Colokkan kabel LAN dari port Ethernet 2 ke laptop.

  4. Buka Winbox klik IP → DHCP Client

5️⃣ Konfigurasi DHCP Client

Pada tahap ini dilakukan penambahan DHCP Client pada MikroTik dengan cara masuk ke menu IP → DHCP Client, kemudian klik tombol New (+). Selanjutnya pada bagian Interface dipilih wlan1 (atau disesuaikan dengan interface yang terhubung ke ISP).

Lalu centang opsi Use Peer DNS dan Use Peer NTP, serta pastikan Add Default Route dalam kondisi yes.

Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan, sehingga MikroTik dapat memperoleh IP Address secara otomatis dari jaringan ISP.

6️⃣ Status DHCP Client

Pada tahap ini terlihat bahwa DHCP Client telah berhasil ditambahkan dan sudah berjalan dengan baik, ditandai dengan status bound pada interface ether1 serta munculnya IP Address:

192.168.103.109/24

Hal ini menunjukkan bahwa MikroTik telah berhasil memperoleh IP Address secara otomatis dari ISP, sehingga koneksi ke jaringan internet sudah aktif dan siap digunakan.

7️⃣ Mengubah Nama Interface (ISP)

Pada tahap ini dilakukan pengubahan nama interface pada MikroTik dengan cara masuk ke menu Interfaces, kemudian memilih ether1 dan mengubah kolom Name menjadi ISP DIANITA.

Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan perubahan. Langkah ini bertujuan agar interface yang terhubung ke ISP lebih mudah dikenali dan memudahkan dalam proses konfigurasi selanjutnya.

8️⃣ Mengubah Nama Interface (Server/LAN)

Pada tahap ini dilakukan pengubahan nama interface dari ether2 menjadi SERVER ELFIRA dengan cara masuk ke menu Interfaces, kemudian memilih ether2 dan mengubah kolom Name menjadi SERVER ELFIRA.

Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan perubahan, sehingga interface tersebut dapat dikenali sebagai jalur yang terhubung ke server dan memudahkan dalam proses konfigurasi jaringan selanjutnya.

9️⃣ Menambahkan IP Address pada Interface Server

Setelah mengganti nama interface SERVER ELFIRA, langkah selanjutnya adalah memberikan IP Address pada interface tersebut agar dapat berkomunikasi dalam jaringan lokal.

Caranya masuk ke menu IP → Addresses, kemudian klik tombol New (+). Isi kolom Address dengan:

192.168.12.1/24

Pada bagian Interface, pilih SERVER ELFIRA. IP Address ini nantinya akan berfungsi sebagai gateway untuk client yang terhubung ke jaringan LAN.

Klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.

🔟 Hasil Konfigurasi IP Address pada Server Interface

Pada tahap ini terlihat bahwa IP Address 192.168.12.1/24 telah berhasil ditambahkan pada interface SERVER ELFIRA. Hal ini dapat dicek pada menu IP → Addresses.

Dengan adanya IP Address ini, interface server siap digunakan untuk memberikan layanan gateway kepada client di jaringan lokal.

1️⃣1️⃣ Pembuatan IP Pool

Pada tahap ini dilakukan pembuatan IP Pool yang akan digunakan untuk pembagian alamat IP secara otomatis kepada client. Caranya dengan masuk ke menu IP → Pool, kemudian klik tombol New untuk menambahkan pool baru.

Selanjutnya isi kolom Name dengan dhcp_pool0, lalu tentukan rentang alamat IP pada kolom Addresses dari:

192.168.12.2 - 192.168.12.254

Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi, sehingga rentang IP tersebut dapat digunakan oleh DHCP Server dalam mendistribusikan alamat IP ke perangkat client secara otomatis dan terstruktur.

1️⃣2️⃣ Konfigurasi DHCP Server

Pada tahap ini dilakukan proses konfigurasi DHCP Server menggunakan fitur DHCP Setup pada MikroTik. Caranya dengan masuk ke menu IP → DHCP Server, kemudian klik tombol DHCP Setup.

Selanjutnya pilih interface yang akan digunakan sebagai jalur distribusi IP, yaitu SERVER ELFIRA pada kolom DHCP Server Interface.

Setelah itu klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap konfigurasi berikutnya, sehingga DHCP Server dapat diaktifkan pada interface tersebut dan siap digunakan untuk membagikan alamat IP secara otomatis kepada client yang terhubung.

1️⃣3️⃣ DHCP Address Space

Pada tahap ini dilakukan penentuan DHCP Address Space yang akan digunakan untuk pembagian alamat IP kepada client. Setelah sebelumnya memilih interface SERVER ELFIRA, sistem akan menampilkan jaringan yang terdeteksi secara otomatis, yaitu:

192.168.12.0/24

Nilai ini menunjukkan network yang akan digunakan sebagai dasar pemberian IP kepada client. Selanjutnya klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, sehingga konfigurasi jaringan DHCP dapat disesuaikan dengan segment IP yang telah ditentukan.

1️⃣4️⃣ Gateway DHCP

Pada langkah ini, tentukan alamat gateway yang akan digunakan oleh DHCP Server, yaitu:

192.168.12.1

Alamat tersebut berfungsi sebagai jalur utama bagi klien dalam jaringan untuk mengakses jaringan lain atau internet.

Setelah itu, klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

1️⃣5️⃣ Rentang IP Client

Pada langkah ini, tentukan rentang alamat IP (IP Pool) yang akan didistribusikan kepada klien, yaitu:

192.168.12.2 - 192.168.12.254

Rentang ini akan digunakan oleh DHCP Server untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada perangkat yang terhubung ke jaringan.

Setelah itu, klik Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

1️⃣6️⃣ Lease Time DHCP

Pada langkah ini, tentukan durasi peminjaman alamat IP (Lease Time), yaitu:

00:10:00 (10 menit)

Waktu ini menunjukkan berapa lama sebuah perangkat dapat menggunakan alamat IP yang diberikan oleh DHCP Server sebelum harus diperbarui kembali.

1️⃣7️⃣ Konfigurasi NAT (Masquerade)

Pada langkah ini, dilakukan konfigurasi NAT dengan memilih aksi masquerade pada tab Action.

Fungsi dari masquerade adalah untuk menyamarkan alamat IP lokal (private) menjadi alamat IP publik, sehingga perangkat dalam jaringan lokal dapat mengakses internet.

Setelah pengaturan selesai, klik Apply lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.

1️⃣8️⃣ Hasil Konfigurasi

Berdasarkan konfigurasi yang telah dilakukan, jaringan berhasil berjalan dengan baik. IP Address 192.168.12.1/24 telah ditambahkan pada interface server, DHCP Server mampu mendistribusikan alamat IP secara otomatis kepada klien, dan koneksi internet dapat diakses dengan lancar setelah konfigurasi NAT (masquerade) diterapkan.

Hal ini menunjukkan bahwa seluruh tahapan konfigurasi MikroTik telah berhasil dilakukan dengan benar.

💗 Dibuat oleh Dianita dan Elfira - XI TJKT 1

Mikrotik 1 Tanpa HTML CSS

Kelompok UM (Umbel Meler):

1. Dianita Aira Diyastuti (11)

2. Elfira Zahrotus Salma (12)


Tahapan praktikum mikrotik 1

I. Siapkan alat:




    1. Laptop

        Untuk konfigurasi router lewat Winbox.

    2. Router MikroTik

        Perangkat utama yang akan dikonfigurasi.

    3. PoE Injector

        Jika router/perangkat memakai suplai daya via LAN atau sesuai setup di lab.

    4. Kabel LAN / Ethernet 2 buah

        a. 1 kabel dari laptop ke MikroTik

        b. 1 kabel dari internet/switch ke MikroTik

    5. Power adaptor DC

        Untuk menyalakan router atau PoE injector.

    6. Aplikasi winbox

        Untuk setting MikroTik.


II. Mulai langkah-langkah:

    1. Colokkan kabel power jenis mikro ke port power MikroTik.
    2. Colokkan kabel dari ISP ke port Ethernet 1.
    3. Colokkan kabel LAN dari port Ethernet 2 ke laptop.
    4. Buka winbox klik IP -> DHCP Client
            


   
      5. Pada tahap ini dilakukan penambahan DHCP Client pada MikroTik dengan cara masuk ke menu           IP → DHCP Client, kemudian klik tombol New (+). Selanjutnya pada bagian Interface dipilih             wlan1 (atau disesuaikan dengan interface yang terhubung ke ISP), lalu centang opsi Use Peer                 DNS dan Use Peer NTP, serta pastikan Add Default Route dalam kondisi yes. Setelah itu klik  Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan, sehingga MikroTik dapat memperoleh IP Address             secara otomatis dari jaringan ISP.



    6. Pada tahap ini terlihat bahwa DHCP Client telah berhasil ditambahkan dan sudah berjalan dengan         baik, ditandai dengan status bound pada interface ether1 serta munculnya IP Address                            192.168.103.109/24. Hal ini menunjukkan bahwa MikroTik telah berhasil memperoleh IP Address         secara otomatis dari ISP, sehingga koneksi ke jaringan internet sudah aktif dan siap digunakan.


    7. Pada tahap ini dilakukan pengubahan nama interface pada MikroTik dengan cara masuk ke menu            Interfaces, kemudian memilih ether1 dan mengubah kolom Name menjadi ISP DIANITA.                    Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan perubahan. Langkah ini bertujuan agar interface         yang terhubung ke ISP lebih mudah dikenali dan memudahkan dalam proses konfigurasi                        selanjutnya.


    8. Pada tahap ini dilakukan pengubahan nama interface dari ether2 menjadi SERVER ELFIRA                 dengan cara masuk ke menu Interfaces, kemudian memilih ether2 dan mengubah kolom Name             menjadi SERVER ELFIRA. Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan perubahan,                     sehingga interface tersebut dapat dikenali sebagai jalur yang terhubung ke server dan                             memudahkan dalam proses konfigurasi jaringan selanjutnya.


    9. Pada tahap ini terlihat bahwa proses pengubahan nama interface telah berhasil, dimana ether2                 sudah berubah menjadi SERVER ELFIRA pada menu Interfaces. Hal ini menunjukkan bahwa             interface tersebut kini sudah difungsikan sebagai jalur ke server, sehingga memudahkan dalam             identifikasi dan pengelolaan konfigurasi jaringan selanjutnya.

    10. Pada tahap ini dilakukan pembuatan IP Pool yang akan digunakan untuk pembagian alamat IP             secara otomatis kepada client. Caranya dengan masuk ke menu IP → Pool, kemudian klik tombol          New untuk menambahkan pool baru. Selanjutnya isi kolom Name dengan dhcp_pool0, lalu                     tentukan rentang alamat IP pada kolom Addresses dari 192.168.12.2 sampai 192.168.12.254.                 Setelah itu klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi, sehingga rentang IP tersebut dapat         digunakan oleh DHCP Server dalam mendistribusikan alamat IP ke perangkat client secara                     otomatis dan terstruktur.



11. Pada tahap ini dilakukan proses konfigurasi DHCP Server menggunakan fitur DHCP Setup pada MikroTik. Caranya dengan masuk ke menu IP → DHCP Server, kemudian klik tombol DHCP Setup. Selanjutnya pilih interface yang akan digunakan sebagai jalur distribusi IP, yaitu SERVER ELFIRA pada kolom DHCP Server Interface. Setelah itu klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap konfigurasi berikutnya, sehingga DHCP Server dapat diaktifkan pada interface tersebut dan siap digunakan untuk membagikan alamat IP secara otomatis kepada client yang terhubung.


12. Pada tahap ini dilakukan penentuan DHCP Address Space yang akan digunakan untuk pembagian alamat IP kepada client. Setelah sebelumnya memilih interface SERVER ELFIRA, sistem akan menampilkan jaringan yang terdeteksi secara otomatis, yaitu 192.168.12.0/24 pada kolom DHCP Address Space. Nilai ini menunjukkan network yang akan digunakan sebagai dasar pemberian IP kepada client. Selanjutnya klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, sehingga konfigurasi jaringan DHCP dapat disesuaikan dengan segment IP yang telah ditentukan.


13. Pada langkah ini, tentukan alamat gateway yang akan digunakan oleh DHCP Server, yaitu 192.168.12.1, sebagai jalur utama bagi klien dalam jaringan untuk mengakses jaringan lain atau internet. Setelah itu, klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.


14. langkah ini, tentukan rentang alamat IP (IP Pool) yang akan didistribusikan kepada klien, yaitu dari 192.168.12.2 hingga 192.168.12.xxx. Rentang ini akan digunakan oleh DHCP Server untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada perangkat yang terhubung ke jaringan. Setelah itu, klik Next untuk melanjutkan.

15. Pada langkah ini, tentukan durasi peminjaman alamat IP (Lease Time), yaitu 00:10:00 atau 10 menit. Waktu ini menunjukkan berapa lama sebuah perangkat dapat menggunakan alamat IP yang diberikan oleh DHCP Server sebelum harus diperbarui kembali



16. Pada langkah ini, konfigurasi NAT dilakukan dengan memilih aksi masquerade pada tab Action. Fungsi dari masquerade adalah untuk menyamarkan alamat IP lokal (private) menjadi alamat IP publik agar perangkat dalam jaringan lokal dapat mengakses internet. Setelah pengaturan selesai, klik Apply lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.


17. Berdasarkan konfigurasi yang telah dilakukan, jaringan berhasil berjalan dengan baik. DHCP Server mampu mendistribusikan alamat IP secara otomatis kepada klien, dan koneksi internet dapat diakses dengan lancar setelah konfigurasi NAT (masquerade) diterapkan. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh tahapan konfigurasi MikroTik telah berhasil dilakukan dengan benar.