Tuesday, May 12, 2026

Mikrotik 1

Langkah Langkah Setting MikroTik

Tutorial lengkap dengan gambar + konfigurasi nyata 💗

🛠️ Tahapan Praktikum MikroTik 1

I. Siapkan Alat:

  • Laptop
    Untuk konfigurasi router lewat Winbox.

  • Router MikroTik
    Perangkat utama yang akan dikonfigurasi.

  • PoE Injector
    Jika menggunakan daya via LAN.

  • Kabel LAN / Ethernet (2 buah)
    a. Laptop ke MikroTik
    b. Internet/switch ke MikroTik

  • Power adaptor DC
    Untuk menyalakan perangkat.

  • Aplikasi Winbox
    Untuk setting MikroTik.

⚙️ II. Langkah-Langkah:

1️⃣ Setting Kabel

  1. Colokkan kabel power jenis mikro ke port power MikroTik.

  2. Colokkan kabel dari ISP ke port Ethernet 1.

  3. Colokkan kabel LAN dari port Ethernet 2 ke laptop.

2️⃣ Install dan Login winbox

  1. Install Winbox di link https://mikrotik.com/download

  2. Setelah berhasil terinstall, buka Winbox, masukkan IP 192.168.100.1

  3. Username: admin | Password: kosong

  4. Klik Connect

3️⃣ Reset Configuration

Setelah berhasil masuk ke Winbox, langkah pertama yang dilakukan adalah mereset konfigurasi MikroTik ke pengaturan awal (factory default). Hal ini bertujuan untuk menghindari konflik pengaturan dari konfigurasi sebelumnya dan memastikan bahwa semua pengaturan dimulai dari kondisi bersih.

4️⃣ Konfigurasi Interface

Tahap selanjutnya adalah melakukan penggantian nama interface pada MikroTik. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi dan administrasi jaringan, terutama saat proses konfigurasi berlangsung. Dengan memberi nama yang deskriptif, kita tidak perlu mengingat nomor port default seperti ether1 atau ether2.

Adapun penamaan interface yang akan diterapkan:

  • Ether1 → diganti menjadi ISP DIANITA (karena terhubung ke jaringan internet dari penyedia layanan).
  • Ether2 → diganti menjadi SERVER ELFIRA (karena terhubung ke jaringan lokal/server).

5️⃣ IP → DHCP Client → Ether1 (ISP)

Tahap selanjutnya adalah melakukan konfigurasi DHCP Client pada interface yang terhubung ke ISP. DHCP Client berfungsi untuk memperoleh IP Address secara otomatis dari penyedia layanan internet (ISP), sehingga MikroTik dapat langsung terhubung ke jaringan internet tanpa perlu memasukkan IP secara manual.

Langkah-langkah konfigurasi DHCP Client:

  1. Masuk ke menu IP → DHCP Client.
  2. Klik tombol New (+) untuk menambahkan DHCP Client baru.
  3. Pada bagian Interface, pilih Ether1 (interface yang terhubung ke ISP).
  4. Centang opsi Use Peer DNS dan Use Peer NTP.
  5. Pastikan Add Default Route dalam kondisi yes.
  6. Klik Apply dan OK untuk menyimpan.

Setelah konfigurasi berhasil, status DHCP Client akan berubah menjadi bound, yang menandakan bahwa MikroTik telah berhasil mendapatkan IP Address dari ISP dan koneksi internet sudah siap digunakan.

6️⃣ Isi IP Adress Ether2

IP Address berfungsi sebagai identitas atau alamat bagi setiap perangkat dalam jaringan. Dengan adanya IP Address, perangkat dapat saling terhubung dan berkomunikasi dalam satu network. Untuk jaringan lokal (LAN), kita perlu memberikan IP Address secara manual pada interface yang terhubung ke server atau client.

Langkah-langkah menambahkan IP Address pada interface Ether2 (Server/LAN):

  1. Masuk ke menu IP → Addresses.
  2. Klik tombol New (+) untuk menambahkan alamat IP baru.
  3. Isi kolom Address dengan IP yang diinginkan (contoh: 192.168.1.1/24).
  4. Pada bagian Interface, pilih Ether2.
  5. Klik Apply dan OK untuk menyimpan.

IP Address yang ditambahkan pada interface Ether2 ini nantinya akan berfungsi sebagai gateway bagi perangkat client yang terhubung ke jaringan lokal.

7️⃣ IP → Pool

IP Pool digunakan untuk menentukan range IP Address (rentang alamat IP) yang akan dibagikan kepada client oleh DHCP Server. Dengan adanya IP Pool, DHCP Server tahu batasan alamat IP mana saja yang boleh diberikan ke perangkat client yang terhubung ke jaringan.

Langkah-langkah membuat IP Pool:

  1. Masuk ke menu IP → Pool.
  2. Klik tombol New (+) untuk menambahkan pool baru.
  3. Isi kolom Name dengan nama pool (contoh: dhcp_pool).
  4. Isi kolom Addresses dengan range IP yang diinginkan (contoh: 192.168.12.2-192.168.12.254).
  5. Klik Apply dan OK untuk menyimpan.

8️⃣ DHCP Server

DHCP Server (Dynamic Host Configuration Protocol Server) digunakan agar client yang terhubung ke jaringan dapat memperoleh IP Address secara otomatis. Dengan DHCP Server, kita tidak perlu mengatur IP satu per satu pada setiap perangkat client karena server akan membagikannya secara otomatis.

a. IP → DHCP Server

Langkah pertama adalah masuk ke menu IP → DHCP Server. Pada menu ini, kita dapat melihat dan mengelola DHCP Server yang ada di MikroTik. Jika sebelumnya belum pernah dibuat, maka akan tampil halaman kosong. Setelah kita melakukan konfigurasi DHCP Server, pada halaman ini akan muncul daftar DHCP Server yang telah berhasil dibuat beserta interface yang digunakannya.

b. DHCP Setup

DHCP Setup adalah fitur wizard pada MikroTik yang memudahkan kita dalam mengkonfigurasi DHCP Server secara otomatis. Dengan menggunakan DHCP Setup, kita tidak perlu mengatur satu per satu parameter seperti gateway, DNS, network, dan range IP karena semuanya akan diatur secara otomatis oleh sistem.

Langkah-langkah menggunakan DHCP Setup:

  1. Masuk ke menu IP → DHCP Server.
  2. Klik tombol DHCP Setup.
  3. Pilih interface yang akan digunakan, yaitu Ether2 (Server/LAN).
  4. Klik Next terus hingga proses selesai.

Setelah proses DHCP Setup selesai, MikroTik secara otomatis akan membuat:

  • IP Pool (range IP yang akan dibagikan)
  • Gateway (alamat gerbang keluar jaringan)
  • DNS Server (untuk menerjemahkan domain ke IP)
  • Network (segmen jaringan yang digunakan)

9️⃣ NAT (Masquerade)

NAT (Network Address Translation) digunakan agar jaringan lokal atau client yang terhubung ke MikroTik dapat mengakses internet menggunakan koneksi dari interface WAN/ISP. NAT berfungsi untuk menyamarkan alamat IP private (lokal) menjadi alamat IP public dari ISP sehingga client dapat terhubung ke internet.

Langkah-langkah konfigurasi NAT:

  1. Masuk ke menu IP → Firewall → NAT.
  2. Klik tombol New (+) untuk menambahkan rule baru.
  3. Pada tab General, pilih chain = srcnat.
  4. Pada tab Action, pilih action = masquerade.
  5. Klik Apply dan OK untuk menyimpan.

Dengan adanya rule NAT masquerade ini, semua client yang berada di jaringan lokal (LAN) akan dapat mengakses internet melalui interface WAN yang sudah terhubung ke ISP.

💗 Dibuat oleh Dianita dan Elfira - XI TJKT 1

No comments:

Post a Comment