Tuesday, February 24, 2026

Access Point (AP)

Pengertian Access Point: Fungsi, Jenis dan Cara Memonitoringnya


Access point menjadi teknologi jaringan nirkabel yang telah mengubah cara kita terhubung dengan internet dan sumber daya jaringan.

Umum9 November 2023

Access Point merupakan salah satu inovasi dalam teknologi jaringan nirkabel yang memfasilitasi konektivitas nirkabel di berbagai lingkungan, salah satunya dalam lingkungan bisnis yang kompleks. Artikel ini akan membahas pengertian, fungsi, dan jenis Access Point dalam menyediakan akses internet nirkabel. Selain itu, kita akan menjelajahi alasan pentingnya memonitoring Access Point yang menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja dan keamanan jaringan nirkabel yang efisien.
Apa itu Access Point?

Pengertian Access Point adalah perangkat jaringan yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan perangkat berkemampuan nirkabel dengan jaringan kabel (internet). Access point menciptakan jaringan area lokal nirkabel atau WLAN yang pada umumnya digunakan pada area kantor atau gedung area besar.

Cara kerja Access Point adalah dengan terhubung ke router nirkabel, switch, atau Hub melalui kabel Ethernet dan memproyeksikan sinyal Wi-Fi ke area yang ditentukan. Ketika perangkat nirkabel, seperti laptop atau smartphone, mencari jaringan Wi-Fi yang tersedia, access point ini akan mendeteksi sinyal tersebut dan memungkinkan perangkat tersebut terhubung ke jaringan dengan aman.
Fungsi Access Point

Berikut beberapa fungsi access point yang harus kamu ketahui:
1 .Menghubungkan perangkat nirkabel ke jaringan kabel

Access Point berfungsi menghubungkan perangkat nirkabel seperti laptop, smartphone, atau tablet ke jaringan kabel guna mengakses sumber daya jaringan seperti internet.
2. Memiliki peran sebagai DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol

Access Point memiliki kemampuan untuk secara otomatis memberikan IP address untuk sebuah perangkat yang akan terhubung.
3. Meningkatkan jangkauan dan kapasitas jaringan

Access Point dapat digunakan untuk memperluas cakupan jaringan nirkabel dengan menambahkannya ke jaringan agar mencakup area yang lebih luas. Selain itu, Access Point juga bisa meningkatkan kapasitas jaringan ketika banyak perangkat yang terhubung ke jaringan secara bersamaan.
4. Menyediakan otentikasi dan enkripsi

Access Point dapat digunakan untuk menyediakan otentikasi dan enkripsi, sehingga hanya perangkat yang sah yang dapat terhubung ke jaringan. Ini penting untuk menjaga keamanan jaringan Wi-Fi.
5. Meningkatkan kecepatan dan kualitas sinyal

Dengan menggunakan beberapa Access Point yang cerdas, kamu dapat meningkatkan kecepatan dan kualitas sinyal nirkabel, terutama dalam jaringan Wi-Fi yang padat.Sumber Gambar: Freepik.
Jenis-Jenis Access Point

Mengutip dari ComputerNetworkingNotes, kita dapat membagi access point ke dalam tiga jenis berdasarkan fungsinya:
1. Access Point Mandiri (Standalone Access Point)

Access Point mandiri biasanya dapat ditemukan di perusahaan komersial. Dalam pengaturan jaringannya, access point mandiri tidak dikelola melalui kontrol pusat. Access point jenis ini dapat bekerja secara mandiri dan mengarahkan lalu lintas ke gateway internet terdekat atau secara langsung ke internet, memberikan fungsionalitas yang sama dalam jaringan nirkabel yang disediakan oleh Switch atau Hub di jaringan kabel.
2. Access Point Multifungsi (Multifunction Access Point)

Access Point multifungsi adalah kombinasi dua perangkat atau lebih. Access point multifungsi menggabungkan perangkat access point, switch Ethernet, dan router. Fungsionalitas dibentuk antara perangkat yang digabungkan dengan access point guna menyediakan fungsionalitas tambahan ke access point.
3. Access Point Terkendali (Controlled Access Point)

Access Point terkendali adalah perangkat yang dikontrol melalui kontroler jaringan (network controller) dengan konfigurasi terpusat. Dalam konfigurasi ini, kontroler bertanggung jawab atas manajemen, otentikasi, keamanan, pengaturan, dan pemantauan seluruh Access Point dalam jaringan.
Tipe-Tipe Perangkat Access Point

Berikut ini adalah tipe-tipe perangkat Access Point harus kamu ketahui:
1. Access Point Mode

Access Point Mode merupakan perangkat yang bisa digunakan untuk menyambungkan jaringan nirkabel dan kabel, seperti router atau switch. Sistem kerja Access Point ini terhubung melalui kabel Ethernet. Access Point tipe ini, akan sering kita temui di tempat yang menyediakan jaringan berkabel.
2. Repeater Mode

Access Point dalam mode ini berfungsi untuk meningkatkan jangkauan sinyal nirkabel dengan SSID (Service Set IDentifier) yang sama serta menjaga tingkat keamanan yang serupa. Biasanya, mode ini digunakan untuk memperkuat sinyal di lokasi dengan jaringan nirkabel yang sudah ada sehingga memungkinkan sinyal untuk mencapai area yang sebelumnya sulit dijangkau.
3. Client Mode

Access Point dengan tipe client mode biasanya dapat kita temui pada perangkat elektronik yang mempunyai port ethernet, seperti pada PC, laptop, dan sejenisnya.
4. Bridge Mode

Access Point dengan tipe bridge mode, bekerja dengan cara membentuk jaringan independen atau mandiri melalui satu sambungan internet untuk dua kelompok. Perangkat ini juga digunakan untuk mengambil sinyal nirkabel dan mengirimkannya dengan menggunakan SSID yang sama dan kata sandi yang serupa. Jenis Access Point tipe ini umumnya ditemukan di tempat-tempat seperti perumahan, kafe, dan perkantoran yang menyediakan layanan tanpa memerlukan kata sandi.
5. Wireless Router Mode

Access Point dengan tipe wireless router mode memiliki kemampuan untuk membagikan koneksi internet kepada beberapa klien secara bersamaan. Dalam mode ini, hanya ada satu port Wide Area Network (WAN) yang mendukung berbagai jenis koneksi.
Cara Memonitoring Access Point

Secara keseluruhan, Access Point memberikan kemudahan dalam menyediakan jaringan nirkabel di berbagai lingkungan. Penggunaan perangkat Access Point di lingkungan perusahaan harus selalu dipastikan optimal agar tidak mengalami kendala saat sedang terhubung ke jaringan. Solusi menjaga perangkat Access Point tetap optimal adalah dengan menggunakan alat monitoring jaringan.

Kami merekomendasikan Netmonk Prime, sebagai alat monitoring jaringan yang dapat kamu andalkan. Netmonk Prime dengan modul monitoring jaringannya dapat memonitor berbagai perangkat jaringan termasuk perangkat Access Point. Keunggulan dari Netmonk Prime adalah memonitoring secara real-time, notifikasi proaktif, dan laporan yang dapat diunduh dalam format PDF. Sangat membantu tim IT perusahaanmu, bukan? Yuk, gunakan monitoring jaringan sekarang!

Referensi:

https://www.coolblue.nl/en/advice/access-points.html

https://www.linksys.com/gb/what-is-a-wifi-access-point.html

https://www.computernetworkingnotes.com/ccna-study-guide/access-points-and-wireless-lan-controllers-explained.html

https://www.gramedia.com/literasi/access-point/

Jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)


Gambar 426 Jaringan Wireless


1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.

1.1 Karakteristik Jaringan Wireless

  • Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
  • Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
  • Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.
  • Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).

1.2 Komponen Utama

  1. Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.
  2. Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
  3. Antena – omnidirectional atau directional.
  4. Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.
  5.  Repeater/Bridge – memperluas jangkauan

1.3 Frekuensi Umum

  • 2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.
  • 5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.
  • 6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.

 

2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)

Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:

  • Menghubungkan dua gedung
  • Backbone antar tower
  • Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh

2.1 Ciri-Ciri PtP

  • Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
  • Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).
  • Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
  • Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.

2.2 Cara Kerja PtP (Flow)

  • Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.
  • Titik B mengarah tepat ke titik A.
  • Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
  • Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.

2.3 Kelebihan PtP

  • Stabil dan cepat
  • Noise/interferensi kecil
  • Bisa menjangkau jarak jauh

2.4 Kekurangan PtP

  • Hanya menghubungkan 1 ke 1
  • Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih

 

3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)

Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.

Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.

3.1 Ciri-Ciri PtMP

  • Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
  • Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
  • Menggunakan Antena

Antena Omnidirectional (360°)
Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)

  •  Digunakan untuk:

  • Desa internet
  • Pemancar internet ke RW/RT
  • Kampus / sekolah / kantor skala besar
  • CCTV di banyak titik

 

3.2 Cara Kerja PtMP

  • AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).
  • Banyak client menangkap sinyal dari AP.
  • Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
  • Semua client berbagi satu kanal frekuensi.

 

3.3 Kelebihan PtMP

  • Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.
  • Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.
  • Fleksibel dalam penambahan client.

 

3.4 Kekurangan PtMP

  • Shared bandwidth (kecepatan dibagi).
  • Rentan interferensi jika banyak client.
  • Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.

 

4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP

AspekPoint-to-PointPoint-to-Multipoint
Jumlah perangkat
2 titik
1 pusat ke banyak titik
Antena
Directional
Omni / Sector
Stabilitas
Sangat stabil
Dipengaruhi banyak user
Jarak
Jauh (hingga puluhan km)
Sedang (1–10 km)
Kecepatan
Dedicated
Dibagi
Contoh penggunaan
Gedung A ⇆ Gedung B
Tower pusat → banyak rumah


Tuesday, January 20, 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik



Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.


ChatGPT

Tuesday, January 13, 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics

Perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat kabel Fiber Optik

I. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar dibawah ini

Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter

Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering

II. Langkah-langkah 
1. Potong kabel Fiber Optic ke Cable Cutter untuk mengukur panjangnya sesuai keinginan
2. Belah tengah kabel FO antara 2 kabel yang kecil dan 1 kabel yang besar (kawat), hingga kabel terbelah 2.

3. Tarik bagian yang telah terbelah sesuai panjang yang diinginkan, kemudian kupas luaran kabel FO dengan panjang sekitar 3.5 CM

4. Kupas bagian serat kaca hingga tersisa kabel yang bening


5. Bersihkan kabel menggunakan tisu yang diberi alkohol

6. Ukur ukuran kabel sesuai Fast Connector dan masukkan ke dalam Fast Connector. Namun, perlu diperhatikan saat ingin mengunci kabel di Fast Connector sisakan sedikit lipatan didalamnya agar ketika dikencangkan kabel tidak kendor.

7. Cek sinyal ke Connector tersebut,jika sinar berhasil tembus berarti pemasangan telah benar.

8. Ulangi langkah nomor 1-7 ke ujung kabel yang satunya,lalu cek apakah kedua kabel berhasil meneruskan sinar dari laser
9. Cek tegangan kabel ke Optical Power Meter di salah satu ujung kabel dan Light Source di ujung satunya juga minimal harus -40
Hasil pengukuran menggunakan OPM menunjukkan daya optik sebesar −23,55 dBm pada panjang gelombang 1310 nm. Karena nilai tersebut masih di atas batas minimal −40 dBm, maka kondisi kabel fiber optik dinyatakan baik dan layak digunakan.






Tuesday, November 25, 2025

Praktik Perhitungan VLSM

 Misalnya kita punya Network: 192.168.10.0/25 dan kebutuhan:

Subnet A = 60 host

Subnet B = 24 host

Subnet C = 12 host

Subnet D = 5 host


Cara penyelesaian:
Urutkan Kebutuhan Host dari Terbesar ke Terkecil
Subnet A = 60 host
Subnet B = 24 host
Subnet C = 12 host
Subnet D = 5 host

Solusi dengan VLSM:
Subnet A (60 host) → butuh /26 (64 alamat, 62 host) → 192.168.10.0/26
Subnet B (24 host) → butuh /27 (32 alamat, 30 host) → 192.168.10.64/27
Subnet C (12 host) → butuh /28 (16 alamat, 14 host) → 192.168.10.96/28
Subnet D ( 5 host) → butuh /29 (8 alamat, 6 host) → 192.168.10.112/29

Langkah singkat (algoritma):
1. Hitung kebutuhan host tiap subnet (A:60, B:24, C:12, D:5)
2. Urutkan kebutuhan dari terbesar ke terkecil
3. Ambil blok terbesar yang tersedia dan alokasikan subnet dengan prefix terkecil yang masih memenuhi kebutuhan
4. Dari sisa blok yang belum terpakai, ulangi langkah 3 untuk kebutuhan berikutnya

Diagram visual-alur perhitungan.


Tabel hasil alokasi (ringkas)















Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic.

Bagaimana Cara Kerja Fiber Optik?



Untuk memahami cara kerja fiber optik, kita perlu mengenal prinsip dasar di balik teknologinya: transmisi data melalui cahaya dan pantulan total internal (total internal reflection).

Berbeda dengan kabel tembaga yang menghantarkan sinyal listrik, fiber optik mengandalkan sinyal cahaya yang dikirim melalui kabel serat optik yang sangat halus. Cahaya ini bergerak dengan kecepatan tinggi dan dapat membawa data dalam jumlah besar secara bersamaan. Berikut penjelasan lebih rinci tentang bagaimana proses ini berlangsung:

1. Konversi Data Digital Menjadi Sinyal Cahay
Proses dimulai saat data digital (seperti video, teks, suara, atau file) dikonversi menjadi sinyal cahaya menggunakantransmitter. Transmitter ini menggunakan perangkat seperti laser atau LED untuk mengubah sinyal listrik menjadi cahaya. Cahaya ini kemudian dikirim masuk ke dalam inti kabel fiber optik.


Contoh: Saat Anda mengakses sebuah website, data permintaan Anda akan diubah menjadi sinyal cahaya yang dikirim melalui kabel fiber ke server tujuan.

2. Perjalanan Cahaya Melalui Serat Optik

Setelah sinyal cahaya masuk ke dalam kabel, ia akan dipantulkan berulang kali sepanjang inti (core) serat optik. Ini dimungkinkan karena adanya cladding, lapisan di sekitar inti yang memiliki indeks bias lebih rendah. Hal ini menciptakan fenomena pantulan total internal, sehingga cahaya terus dipantulkan di dalam kabel tanpa keluar jalur.

Keunggulan dari metode ini adalah:Cahaya tidak kehilangan kekuatan secara signifikan meskipun melewati jarak jauh.
Tidak terganggu oleh interferensi elektromagnetik seperti kabel tembaga.
Dapat menyalurkan beberapa jenis data secara bersamaan (multiplexing).

3. Penguatan Sinyal (jika diperlukan)

Untuk transmisi jarak jauh (misalnya antar kota atau negara), sinyal cahaya bisa mulai melemah. Dalam hal ini, digunakan alat bernama optical amplifier untuk memperkuat sinyal tanpa mengubahnya kembali menjadi sinyal listrik. Ini menjaga kecepatan dan efisiensi transmisi.

4. Penerimaan dan Konversi Kembali ke Data Digital
Setibanya di tujuan (misalnya modem Anda di rumah), sinyal cahaya akan diterima oleh perangkat optical receiver. Di sini, cahaya dikonversi kembali menjadi sinyal listrik/digital yang bisa dipahami dan digunakan oleh perangkat seperti komputer, TV, atau smartphone.

Mengapa Teknologi Ini Begitu Efisien?
Bandwidth Tinggi: Satu kabel fiber optik dapat membawa data dengan kecepatan hingga puluhan Gbps.
Minim Latensi: Karena sinyal cahaya bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka waktu tunda (latency) sangat kecil.
Stabilitas Tinggi: Fiber optik tidak dipengaruhi oleh gangguan elektromagnetik, suhu ekstrem, atau cuaca buruk.
Kemampuan Transmisi Jarak Jauh: Kabel dapat membawa sinyal hingga puluhan kilometer tanpa kehilangan kualitas yang signifikan.

Kekurangan Fiber Optik
Biaya Instalasi: Relatif lebih tinggi dibanding kabel tembaga.
Kerapuhan Fisik: Serat optik mudah patah jika tidak ditangani dengan benar.
Butuh Teknisi Profesional: Instalasi dan perawatan memerlukan keahlian khusus.


Sumber artikel: Bagaimana Cara Kerja Fiber Optik? Ini Penjelasan Lengkapnya! - OpenAccess

Memahami jenis-jenis kabel fiber optic.

Jenis – jenis Kabel Fiber Optik3.bp.blogspot.com


1. Single – Mode Fiber (SMF) atau Fiber Mode Tunggal
sc01.alicdn.com

Fiber Mode Tunggal menjadi jenis fiber optik yang paling umum dipakai untuk mentransmisikan data dalam jarak yang lebih jauh. Fiber jenis ini mempunyai inti yang kecil dengan diameter sekitar 9 mikron serta mengirimkan sinar laser inframerah. Laser inframerah tersebut memiliki panjang gelombang mulai dari 1.300 nanometer dan mencapai hingga 1.550 nanometer.

Oleh karena diameter kecil yang dimilikinya, hal tersebut memungkinkan hanya ada satu mode cahaya yang dipakai untuk merambat. Jumlah pantulan cahaya yang dibentuk pada saat cahaya melewati core akan berkurang dan nantinya dapat menurunkan attenuation atau pelemahan. Sehingga kemampuan sinyal yang dihasilkan dapat bergerak lebih jauh.

2. Multi – Mode Fiber (MMF) atau Fiber Multi Mode
                                                                        5.imimg.com

Fiber Multi – mode dirancang secara khusus untuk melakukan transmisi dengan lebih banyak sinar cahaya dalam satu waktu. Dimana masing – masing sudut pantulannya sedikit berbeda pada core serat optiknya. Fiber tipe ini biasanya dipakai dalam mentransmisikan data yang jangkauan jaraknya relatif lebih dekat.

Fiber Multi – mode mempunyai inti yang lebih besar dengan diameter sekitar 62,5 mikron serta mentransfer cahaya inframerah. Cahaya inframerah yang ditransfer tersebut memiliki panjang gelombang mulai dari 850 nanometer sampai 1.300 nanometer jika diukur dari LED.




Sumber artikel: Fiber Optik : Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya [Lengkap] - Teknikece

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.





Penggelaran fiber optik dilakukan untuk meningkatkan jangkauan dari jaringan. Penggelaran ini tentunya menggunakan kabel fiber optik. Kabel fiber optik yang digelar memiliki jenis yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dari penggelaran tersebut. Berikut adalah Macam-macam Fiber Optik berdasarkan penggunaannya.


Aerial, merupakan jenis kabel fiber optik yang digunakan untuk distribusi. Distribusi sendiri merupakan jalur dari ODC (Optical Distribution Center) menuju ODP (Optical Distribution Point). Biasanya kabel Aerial ini berada di atas menempel dengan tiang.


Duct Cable, merupkan jenis kabel fiber optik yang juga digunakan untuk distribusi tetapi berada di bawah permukaan tanah pada kedalaman tertentu (biasanya 1,2 meter) dengan menggunakan pelindung agar tidak merusak core (bending). Duct cable saat ini sering dijumpai di Kota-kota yang memiliki tata ruang tidak diperbolehkan adanya penanaman tiang.


Direct Burried, merupakan jenis Duct Cable yang penanamannya tidak menggunakan pelindung.


Submarine, merupkan jenis kabel fiber optik yang digunakan untuk melintas laut. Kabel ini merupakan jenis kabel fiber optik paling kuat terhadap tekanan karena posisinya yang berada di dasar laut sehingga harus memiliki ketahanan terhadap air laut yang tinggi.


Drop Wire atau sering dikenal juga Drop Core, merupakan kabel dengan jumlah 1 core yang di gunakan untuk melakukan pemasangan jaringan rumah (biasanya di lakukan oleh IKR). Kabel ini menghubungkan antara ODP dengan ONT/ONU atau sering disebut dengan modem.


Pigtail, merupakan jenis kabel fiber optik berwarna kuning yang memiliki ujung konektor 1 sehingga dalam pemasangannya harus menggunakan splicer. Pigtail biasanya digunakan di perangkat pasif OTB, ODC serta ODP.


Patchcore, merupakan jenis kabel fiber optik berwarna kuning seperti pigtail, memiliki diameter lebih besar dan konektor di kedua ujung. Patchcore sering digunakan pada perangkat aktif untuk menghubungkan perangkat aktif ke perangkat pasif.


Sumber artikel: Macam-macam Kabel Fiber Optik | Bitmatic

Memahami jaringan fiber optic.

Apa Itu Jaringan Fiber Optic

Jaringan fiber optic adalah salah satu teknologi yang telah mengubah cara kita mengirimkan informasi dalam bentuk data melalui jaringan internet. Teknologi ini menggunakan serat kaca atau plastik sebagai media penghantar data dengan kecepatan yang sangat tinggi. Konsep dasar dari fiber optic adalah bahwa informasi dapat dikirimkan melalui sinyal cahaya, yang dipandu dalam serat optik, mengurangi banyaknya gangguan dan penurunan kualitas yang terjadi pada jenis kabel tradisional seperti tembaga.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang apa itu jaringan fiber optic, cara kerjanya, serta berbagai keunggulan yang menjadikannya pilihan utama dalam dunia komunikasi data modern. Fiber optic menawarkan sejumlah manfaat signifikan yang memungkinkan penyampaian informasi dalam waktu singkat dan dengan kualitas tinggi, bahkan dalam jarak yang sangat jauh.
Apa Itu Jaringan Fiber Optic?



Jaringan fiber optic terdiri dari kabel yang terbuat dari serat optik yang sangat tipis, hampir seukuran rambut manusia. Serat optik ini dapat terbuat dari kaca atau plastik, dan berfungsi untuk mengalirkan cahaya sebagai sinyal data. Kabel fiber optic berfungsi untuk menghubungkan perangkat satu sama lain dalam sebuah jaringan komunikasi, baik itu untuk internet, telekomunikasi, atau sistem data lainnya.

Pada umumnya, kabel fiber optic terdiri dari tiga bagian utama: inti (core), lapisan pelindung (cladding), dan pelindung luar (jacket). Inti adalah bagian di dalam kabel yang terbuat dari serat optik kaca atau plastik yang memungkinkan cahaya bergerak. Lapisan cladding berfungsi untuk memantulkan cahaya yang bergerak di dalam inti, sehingga cahaya tetap terjaga dalam jalurnya, meskipun terjadi lengkungan atau perubahan arah. Terakhir, pelindung luar (jacket) berfungsi untuk melindungi kabel dari kerusakan fisik dan gangguan lingkungan.




Sumber artikel: Apa Itu Jaringan Fiber Optic dan Keunggulannya? - Universitas Wira Buana

Tuesday, November 11, 2025

Presentasi Kelompok

Presentasi Subnetting 192.168.1.0/27

Presentasi Subnetting IP Address

192.168.1.0/27

Latihan menghitung subnet, host, dan broadcast address

Kelompok 3 - Jaringan Komputer
1 / 5

Anggota Kelompok 3

  • Dianita Aira Diyastuti
  • Elfira Zahrotus Salma
  • Galuh Sila Luhur
  • Christian Yusuf Alfred
  • Fadhil Ahmad Qomarudin
2 / 5

IP Address & Subnetting

IP Address

IP Address adalah alamat unik yang diberikan kepada setiap perangkat dalam jaringan agar bisa saling berkomunikasi. Setiap IP terdiri dari dua bagian utama: Network ID (bagian jaringan) dan Host ID (bagian perangkat).

Subnetting

Subnetting adalah teknik membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil (subnet) untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan pengelolaan jaringan.

Notasi CIDR /27

CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah cara modern menuliskan IP address dan subnet mask menggunakan garis miring (/) diikuti jumlah bit network yang tidak dibatasi oktet. Misalnya /27 berarti 27 bit pertama adalah network ID dan sisanya (32-27=5) untuk host ID.

Perbandingan dengan Kelas IP:

  • Kelas A → Network: 8 bit → Rentang IP: 1.0.0.0 – 126.255.255.255
  • Kelas B → Network: 16 bit → Rentang IP: 128.0.0.0 – 191.255.255.255
  • Kelas C → Network: 24 bit → Rentang IP: 192.0.0.0 – 223.255.255.255

IP 192.168.1.0/27 termasuk Kelas C karena tiga oktet pertama digunakan untuk network, ditambah 3 bit subnet tambahan dari oktet keempat.

3 / 5

Perhitungan Subnet 192.168.1.0/27

Informasi Dasar

IP: 192.168.1.0/27
Subnet Mask: 255.255.255.224

Binary Subnet Mask:
11111111 . 11111111 . 11111111 . 11100000
27 bit Network | 5 bit Host
Perhitungan Lengkap
1. Jumlah Subnet
= 2x
= 23
= 8 Subnet
2. Jumlah Host
= 2y - 2
= 25 - 2
= 30 Host/Subnet
3. Blok Subnet
= 256 - 224
= 32
Jadi blok subnetnya terdiri dari 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224 (Setiap subnet naik kelipatan 32)
Subnet untuk Kelompok 3

Subnet ke-3: 192.168.1.64

Host Pertama
192.168.1.65
Host Terakhir
192.168.1.94
Broadcast
192.168.1.95
Subnet Mask
255.255.255.224
4 / 5

Kesimpulan

Ringkasan
Total Subnet
8
Host/Subnet
30
Blok Subnet
32
Subnet Kami
192.168.1.64
Manfaat
Efisiensi penggunaan IP address
Manajemen jaringan lebih mudah
Keamanan jaringan meningkat
Pengurangan traffic broadcast
Penutup

Dengan subnetting, jaringan 192.168.1.0/27 dapat dioptimalkan untuk performa dan manajemen yang lebih baik.

Terima kasih atas perhatiannya!
Kelompok 3 - Jaringan Komputer
5 / 5

IP Address 192.168.1.0/29 - untuk subnet ke 11

192.168.1.0/29

11111111.11111111.11111111.11111000

255.255.255.248


1. Jumlah subnet = 2^x

                            = 2^5

                            = 32


2. Jumlah host = 2^y -2

                        = 2^3-2

                        = 6


3. Blok subnet = 256-248

                       = 8


berarti total ada 32 blok  subnet dimulai dari 0,8,16,24,32,40,48,56,64,72, 80,88,96,104,112,120,128,136,144,152,160,168,176,184,192,200,208,216,224,232,240,248

karena absen saya 11 maka saya menggunakan angka ke 11 yaitu 80


jadi...

subnet = 192.168.1.80

host pertama = 192.168.1.81

host terakhir = 192.168.1.86

broadcast = 192.168.1.87